27 Jul 2018

5 Kalimat dari Seseorang yang Tak Pernah Saya Lupakan!



5 Kalimat dari Seseorang yang Tak Pernah Saya Lupakan - Tentunya, kita pernah mendengar kalimat atau kata-kata dari seseorang yang sulit kita lupakan. Bertahun-tahun, kalimat tersebut masih terngiang di kepala, bahkan menjadi pedoman hidup. Terkadang, karena kalimat tersebut kamu akan menjadi lebih baik atau bahkan menjadi lebih buruk. Karena baik buruknya kalimat, tergantung siapa yang mengatakan dan bagaimana kita menerimanya.

Saya sendiri memiliki beberapa kalimat atau kata dari beberapa orang yang dekat dengan saya. Beruntung, kalimat yang saya ingat-ingat sampai sekarang adalah kalimat positif, sehingga bisa saya pakai untuk pedoman hidup. Setiap kali melakukan sesuatu yang berhubungan dengan kalimat tersebut, saya akan mengingat siapa pemberi kalimat itu kepada saya.

Saya berharap beberapa kalimat yang pernah saya terima dan saya ingat ini, pun berguna bagi teman-teman sekalian ya.

Kalau kamu benar tak usah takut.

Jadi manusia itu yang jujur.

Dua kalimat di atas merupakan kalimat yang saya terima dari Lelaki Melankolis, alis bapak J. Kalimat itu bukan beliau katakan ketika saya remaja ataupun dewasa, melainkan ketika saya masih anak-anak, masih duduk di bangku sekolah dasar. Bisa dikatakan, hingga saya dewasa, saya mengingat kalimat bapak tersebut. Dan, Alhamdulillah, kalimat kedua saya terapkan berkali-kali, terutama ketika masuk sekolah negeri dan selama bekerja.

Sudah menjadi rahasia umum, banyak praktik “lewat jalur belakang” ketika masuk sekolah, melalui tes dan tidak diterima. Terutama, ketika masuk perguruan tinggi dan pekerjaan. Kebetulan, saya mengalami hal-hal tersebut, dan saya tetap pada pendirian saya, bahwa saya harus jujur. Entah itu jujur kepada diri sendiri, maupun kepada orang lain.

Kalau teman-teman mengenal saya, dan beranggapan saya orang yang jujur, Lelaki Melankolis adalah penyebabnya.

Jadi perempuan itu harus neriman.

Jadi orang yang “mengalah” itu enak, nggak punya musuh.

Mungkin, teman-teman membaca kalimat di atas akan berpendapat, “Kalau mengalah, kita lemah, dong?” atau “Jangan mudah mengalah, nanti kita bakalan diinjak-injak.” Dari kalimat di atas, coba tebak siapa yang berkata demikian kepada saya? Ya, dia ibu. Ibu saya.

Mungkin akan terkesan lemah dan pasrah mengikuti kalimat di atas, tetapi hal itu saya ingat sampai sekarang. Saya lebih memilih menghindari perdebatan, lebih bisa menerima sesuatu yang terjadi pada saya dan saya lebih sering berpikiran  positif, meskipun itu sulit.

Dari kalimat ibu, saya belajar mengenai kesabaran. Kesabaran yang tak terbatas. Namun, tak jarang juga saya “meledak” kalau-kalau saya sudah tak bisa menahan emosi.

Kalau naik motor jangan terlalu cepat.

Aku nggak mungkin ikut orang terus, harus punya usaha sendiri.

Kalimat positif bisa datang dari siapa saja, orang tua, teman, saudara, bahkan dari mantan kekasih. Ya, kalimat di atas saya dapatkan dari mantan kekasih saya. Bertahun-tahun lalu, ketika saya masih duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA), dia berkata dua kalimat di atas. Setiap kali saya naik motor, sedikit mengebut, saya ingat kalimat dia. Dan, apa yang dia katakan pada kalimat kedua ke saya, benar-benar terjadi. Sekarang, dia sudah punya toko variasi mobil sendiri, meskipun dia sudah tak bersamaku ~ eyaa.

Berbahagialah

Saya merupakan tipe perempuan yang memiliki mood yang mudah sekali berantakan. Sesuatu tidak sesuai rencana, harapan tidak terwujud, bahkan masalah sepele seperti gelas yang ingin saya pakai tidak ada atau ketika hasil foto miring sedikit. Karena itu, saya cepat sekali mudah sedih.

Kata di atas adalah kata dari Mbak Tikha, dia mengucapkan kepada saya ketika saya sedang galau-galaunya mencari pekerjaan dan tak kunjung dapat. Ketika saya tak tahu harus berbuat apa dan ketika saya merasa amat rendah diri.

Karena satu kata itu, adalah hal yang harus kita syukuri. Maka, saya pun memiliki satu kata yang mewakili segala kegundahan dan kebahagiaan yang saya terima.

Alhamdulillah...

Alhamdulillah...

Alhamdulillah...



4 komentar:

  1. Aku juga punya beberapa wejangan dari orangtuaku yang selalu kutancapkan dalam hatiku hingga sekarang, jangan lupa ibadah, sabar, jujur, selalu bersyukur dan jangan mudah menyerah.

    BalasHapus
  2. Terima kasih sudah menulis ini, kadang saya sendiri lupa mengatakan itu pada diri sendiri

    BalasHapus
  3. Kalau saya kata-kata orang tua yang bikin saya semangat yang tidak bisa saya lupain ...

    BalasHapus
  4. Wulan iki asyik bgt bacanya
    kadang mellow, kadang nggarai pengin ngguyu :D

    BalasHapus

Komentar akan dimoderasi terlebih dahulu. Hanya memastikan semuanya terbaca :)

Usahakan berkomentar dengan Name/URL ya, biar bisa langsung BW balik saya ^^