15 Okt 2018

Drama Mendapatkan Tiket Konser Sheila On 7 di Jatim Fair 2018 - Tanda SO7 Mulai Kembali Digemari



link di sini

Sudah lama sekali saya tak membahas mengenai Sheila On 7, band asal Yogyakarta yang sangat dikenal oleh anak lahiran ’90-an. Sejak konser tunggalnya di Trans 7 kemarin, banyak generasi zaman now mulai mengenal Sheila on 7. Lagu-lagu mereka yang easy listening dan mudah untuk dipahami, menjadi daya tariknya tersendiri. Disamping itu, vokalisnya Akhidayat Duta Modjo juga memberikan aura segar bagi para penikmat musik. Bagaimana tidak, bapak dua anak ini, masih saja terlihat memesona di usianya menjelang 40 tahun. 
 

Kalau kata orang-orang pecinta drakor mah, Ajhusi rasa Oppa!



Saya masih mengingat betul, ketika masa SMP. Masa itu, di mana titik awal mula Sheila On 7 mulai tak terdengar gaungnya. Sebelumnya, teman-teman sekolah selalu menyanyikan lagu Sheila On 7, lalu kemudian lagu-lagu mereka nyanyikan digantikan oleh lagu-lagu Peterpan. Ketika itulah, saya merasakan patah hati. Sedalam-dalamnya.

Yeah, saya menyukai Sheila On 7 sejak SD. Ikut-ikutan sih. Di mana kakak, om saya, tetangga saya semua pada ngobrolin soal Duta cs, ini. Di awal masa mulai surutnya SO7, ditambah lagi dengan keluarnya personel mereka; Anton pada drummer dan Sakti pada gitaris kedua. Yah, mereka mulai surut dan goyah, namun mereka bertahan sampai saat ini.


Bahkan, ketika semua band Indonesia terkikis, Sheila on 7 tetap bertahan. 


Hal ini dibuktikannya pada acara konser tunggal di Trans 7 waktu itu, di linimasa ramai mengenai Sheila on 7, dulunya mungkin tak menyukai band ini, sekarang ikut-ikutan bernostalgia. Demi kenangan di masa lalu. 

Jatim Fair 2018

Saya sudah pernah membahas mengenai “mengikis” rasa suka saya dengan Sheila on 7 dan itu benar adanya. Karena mereka hanya manusia biasa, tidak mengenal saya, dan bukan siapa-siapa saya. Lalu, untuk apa saya tergila-gila?

Namun, meski begitu saya tetap menyukai mereka. Mereka itu public figure, artis, namun tidak seperti artis kebanyakan. Tak ada sisi buruk yang disorot dari personel mereka, tak pernah ada berita miring, kecuali ketika mereka mulai surut dan dikabarkan “mengais-ngais kesuksesan”. Terlebih lagi berita Duta vokalis mereka yang sering disorot mengenai kesederhanaannya. 

Saya pernah bertemu secara langsung dengan 3 personelnya; Adam, Eross, dan Duta. Berjabat tangan langsung. Makan bersama, ketika ulang tahun Sheila Gank 7 (fans So7 Jatim), saat saya masih bergabung dahulu kala. Yah, mereka memang sederhana sekali. 

Dan kemarin, 14 Oktober 2018, Sheila On 7 menjadi salah satu band pengisi Jatim Fair 2018, seperti tahun-tahun sebelumnya. Sudah bebeberapa tahun saya tidak menonton mereka ketika Jatim Fair hadir. Yah, karena saya sudah berhenti menjadi fans garis keras. Maka, ketika kemarin tahu ada SO7 lagi, saya juga ogah-ogahan untuk ikut menonton. Namun, adik kos saya mengajak, yaudahlah hayuk.
Akhirnya, saya memutuskan untuk menonton konser Sheila On 7, jadi saya serahkan semua kepada adik kos. Mulai dari tiket, nanti ke sana naik apa, dll. Namun, beberapa hari dia berkata kalau tiketnya habis. Saya baru tahu loh, sekarang Jatim Fair ada tiket online-nya. Mana ada VIP dan Reguler lagi. Dulu, zaman kuliah nggak ada kayak gini. Kami langsung beli tiket OTS dan langsung nonton. Pada kenyataannya, sekarang lebih drama.

Setelah kabar tiket online habis, ada kabar dari instagram Jatim Fair kalau bakalan ada tiket OTS sebanyak 10ribu dan tiket dijual pada hari H Sheila on 7 tampil dan dibuka mulai pukul 4 sore. 

Minggu kemarin pun kami berangkat ke Grand City Surabaya, di sana sudah ada teman adik kos yang mengantre tiket. Namun, ternyata sudah sejak jam 4 sore itu antrean sudah memanjang sampai ke jalan-jalan. Kami berangkat naik grab, kemudian baru seperempat perjalanan kami mendapat kabar kalau tiket sold out. Ternyata, satu orang dibatasi maksimal dua tiket.  Kepalang tanggung, kami tetap berangkat meskipun tak berharap banyak.

Sesampainya di Grand City, kami langsung menuju mushola, karena memang belum salat magrib. Kira-kira pukul 6 sore kami di sana. Tentu saja, suasana Grand City begitu riuh, penuh sesak. Bahkan, ketika kami salat, mushola tak seperti mushola. Seperti pasar, begitu pengap dan panas. Kami mengantre untuk wudhu dan salat, dengan tergesa-gesa karena waktu salat magrib tinggal beberapa menit lagi. 

Maaf ya Allah, maaf.

Kami sudah fix tak mendapatkan tiket. Namun, kami tetap berada di lokasi, menikmati lagu-lagu Sheila On 7 dari luar. Ternyata, konser Sheila on 7 di Jatim Fair, berbeda dengan yang dulu. Dulu tak ada kelas VIP maupun Reguler, semua sama. Kali ini, dibagi menjadi dua. Lokasi paling depan yang dekat dengan panggung, untuk VIP, sedangkan yang lokasi kedua di belakang (ada jarak sekitar 1-2 meter) merupakan tempat reguler (dan mereka diberikan layar lebar, kalau ini sih sama saja tak menonton langsung) daaan saya serta adik-adik kos berada di kedua wilayah tersebut. Lebih tepatnya di belakang wilaya regular, sehingga kami melihat dari jeruji besi.

Dengan adanya tiket yang cepat habis, menyatakan bahwa Sheila on 7 masih diminati, bahkan oleh anak-anak generasi sekarang. Entah mereka hanya ikut-ikutan menonton atau memang suka dengan Sheila on 7. 

Acara dimulai pukul tujuh, dibuka dengan band-band indie dan Sheila on 7 muncul pukul sembilan malam. Kami cukup menikmati konser yang cukup riuh ini, penonton di luar yang tak kebagian tiket masih stay dan tetap menonton di belakang. Kami perempuan yang bertubuh pendek agak kesulitan menonton karena ada cowok-cowok yang menghalangi di depan. Salah satu adik kos saya sampai melempar air botol kosong ke mereka, haha. 

Sedikit ricuh, karena pagar pembatas berkali-kali dibobol dan beberapa orang bisa masuk. Kami tetap santai di tempat semula. Yah, meskipun tidak melihat Sheila on 7 secara langsung kami menikmati lagu mereka, saya sampai lupa kalau sudah tua dan sudah waktunya nikah – hem.

Mengusik kenangan lama

Bagaimana lagi ya, suka Sheila on 7 sejak SD, sulit sekali benar-benar meninggalkan mereka. Ketika konser berlangsung, saya ikut bernyanyi terus, duh. Rasanya ada rindu yang membuncah di hati ini. Kebetulan, paginya saya mengikuti kajian yang diisi oleh ex-gitaris Sheila On 7 si Sakti yang sudah berhijrah. 

Mau tidak mau saya teringat ketika masa-masa begitu menyukai band ini. Menabung untuk membeli kaset original mereka, menyanyikan lagu Sheila on 7, bergabung dengan fans club ketika kuliah, dan bertemu Sheila on 7 secara langsung. Sejak kecil, remaja dan remaja dewasa saya ditemani lagu-lagu Sheila on 7. Kini, ketika dewasa lagu-lagu mereka masih menemani, meskipun tidak sesering dulu.

Saya turut bahagia Sheila on 7 kembali diminati, padahal usia personelnya sudah tak muda lagi. Terus berkarya Sheila on 7!

1 komentar:

  1. kalo So7 ini ada sedikit kisah ga enak untukku. Tetanggaku dulu EO pas So7 bikin konser di kotaku. karena ga boleh nonton sama bapak, jadi pas konser dah selesai aku pengen minjem foto mereka buat aku repro. ternyata ga boleh. gapapa sih ga bolehnya meski kecewa, tapi yang bikin sedih mereka agak ngece seolah kami ga nonton karena ga punya duit. jadi ya bukan So7 yang salah sih tp cuma mengingatkan memori lama

    BalasHapus

Komentar akan dimoderasi terlebih dahulu. Hanya memastikan semuanya terbaca :)

Usahakan berkomentar dengan Name/URL ya, biar bisa langsung BW balik saya ^^