Jan 18, 2019

Bagaiamana Kalau Nama Saya Marti?




Bagaiamana Kalau Nama Saya Marti? - Pernah tidak kepikiran seandainya nama kamu, bukan nama kamu yang sekarang? Saya sempat kepikiran, bagaimana kalau nama saya bukan “Wulan” padahal saya merasa nama pemberian orang tua saya tersebut sangatlah bagus. Yah, meskipun terlalu pendek dan pasaran, hehe.

Nama saya Wulansari, pada akte kelahiran nama tersebut dipisah menjadi Wulan Sari. Sejak kecil, saya menggunakan pilihan kedua, yaitu Wulan Sari bukan Wulansari. Tentunya, ada alasan tersendiri kenapa sejak kecil saya menggunakan dua suku kata dan usai lulus kuliah saya menggabungnya menjadi satu suku kata.

Singkat cerita, karena kesalahan penulisan raport dan ijazah ketika SD, maka semua ijazah saya dari SMP-Kuliah ditulis dengan “Wulansari”, begitu pula dengan KTP saya. Ketika mengurus ijazah kuliah, siang bolong saya mendapatkan SMS.


Mbk Wulan tolong ke BAAK, urusan mengenai ijazah.

Saya sempat kaget mengenai hal ini, namun akhirnya saya pun datang ke BAAK kampus. Di sana ternyata pegawai BAAK bertanya, nama saya Wulansari atau Wulan Sari? Karena pada semua ijazah saya pakai satu suku kata, sedangkan saya mengisi formulir ijazah dengan dua suku kata, hehe.

“Disamakan dengan nama ijazah yang lain saja, Pak,”jawab saya.

“Yakin?”

“Yakin.”

Dengan begitu, nama saya resmi menjadi Wulansari tanpa spasi. Biarlah, di akte kelahiran tetap dipisah. Xoxo.

Lalu, siapakah Marti?

Lelaki Melankolis berkata, bahwa saya sempat hendak dikasih nama Marti karena saya lahir di bulan Maret. Seperti kamu yang bernama Febri yang lahir di bulan Februari, Agus yang lahir di bulan Agustus, Novi yang lahir di bulan November. Dan, yang lahir di bulan Maret seperti saya menjadi MARTI!

Entah kenapa masyarakat kita suka sekali memberikan nama sesuai dengan bulan kelahiran. Tapi, ada yang lebih seru lagi, di salah satu keluarga di dusun saya, mereka memberikan nama sesuai nama hal yang baru dibeli. Astrea adalah nama motor yang baru mereka beli dan menjadi nama putri kedua mereka.

Martisari, hem, Cukup Bagus, Kan?

Mungkin, kalau Lelaki Melankolis benar-benar memberikan saya nama Marti, nama saya bukan Wulansari lagi, tetapi Martisari. Dan kamu, yang mengenalku bukan lagi memanggil Wul atau Lan, tetapi dengan panggilan Mar, Ti. Haha. 

Seperti yang kamu ketahui, saya mengubah nama saya menjadi Wulan Kenanga untuk keperluan branding di media sosial maupun pada lingkup dunia narablog. Nah, seandainya nama saya benar-benar Marti, pasti nama beken saya menjadi Marti Kenanga ~

Oh, Marti merindu ~

1 Comments:

  1. Hihi onok-onok wae Maret jadi Marti.
    Sudahlah, biar Marti menjadi nama kesayangan dari Lelaki Melankolis 😙

    ReplyDelete

Komentar akan dimoderasi terlebih dahulu. Hanya memastikan semuanya terbaca :)

Usahakan berkomentar dengan Name/URL ya, biar bisa langsung BW balik saya ^^