Menyimpan, Menghibahkan atau Membuang Baju dan Gamis Tak Terpakai






Sejak awal tahun, saya sudah berjanji pada diri sendiri untuk tidak membeli pakaian lagi; dalam bentuk apa pun. Janji tersebut sedikit saya langgar kiranya. Memang, bukan membeli sendiri tapi ketika lebaran kemarin saya dibelikan kakak ipar baju lebaran. Dan lagi, beberapa waktu belakangan, sahabat-sahabat saya mengirimi saya khimar. Tentunya, saya tak bisa menolak pemberian semacam itu. Dengan senang hati saya terima, kemudian saya berpikir akan saya apakan baju-baju saya kelak?

Tentu, kalian bertanya-tanya mengenai kenapa saya harus memikirkan baju-baju yang telah saya beli dan tersimpan di dalam lemari? Selain alasan agama saya yakni apa yang kita miliki nantinya akan dipertanggungjawabkan di akherat, alasan lain yakni dada saya sesak melihat pakaian saya penuh di lemari sedangkan saldo tabungan saya kosong melompong. Saya bekerja selama ini lari ke mana?

Isi lemari.

Melihat keadaan saat ini yang serba sulit, membuat saya begitu bersedih ketika membuka lemari yang penuh. Belum lagi, gamis serta baju lain di lemari yang sangat jarang saya kenakan membuat saya lebih sulit bernapas. Mungkin, baju-baju dalam lemari itu pun merasakan hal serupa; sesak luarbiasa.


Tidak Menambah Gamis Baru


Eksplore instagram saya sudah berkurang mengenai gamis atau baju-baju muslimah lainnya. Mungkin, efek dari jarangnya saya stalking mengenai gamis atau menyukai unggahan mbak-mbak online shop gamis di instagram. Dari sini saya bisa bernapas lega bahwa gamis yang saya miliki sudah cukup kalau tidak ya, sebab saya tak ada alokasi dana untuk ke gamis lagi, hehe.

Saya menekan keinginan untuk membeli gamis dengan keras, sebab memang sudah tak ada dana lagi serta sudah tak ada kepentingan apa pun di luar. Keseharian saya hanya mengenakan baju rumahan dan berdiam diri di dalam kamar. Sesekali, saya memakai gamis yang ada di dalam lemari kalau ada kepentingan di luar, yang tentunya tidak selalu seminggu sekali. Bisa dibayangkan betapa menganggurnya gamis serta baju di dalam lemari.
 

Menyimpan/Menghibahkan/Membuang


Ada tiga pilihan ketika menyortir baju atau gamis saya nantinya, yakni menyimpan, menghibahkan atau membuangnya. Tentunya, ketiganya memiliki alasan masing-masing dan syarat masing-masing. Itulah kenapa saya memiliki tiga kemungkinan. 

Menyimpan


Menyimpan gamis yang bagus dan jarang dipakai menjadi pemikiran saya di awal. Menyimpan di sini bukan berarti membiarkannya di dalam lemari, tetapi dengan mengepaknya dan menyimpan di tempat lain yang aman dan bebas jamur. Alasannya, akan saya bahas di poin 4. 

Menghibahkan


Saya juga memikirkan gamis yang benar-benar bagus, tetapi tidak saya sukai. Saya yakin, kalian pasti memiliki satu dua baju yang benar-benar bagus, tetapi tidak kalian sukai. Entah alasannya karena warnanya ternyata norak, tidak muat, modelnya bukan kamu banget. Saya akan menyortir gamis serta baju saya untuk kategori ini juga dan memberikannya kepada orang lain.
Membuang

Tentunya, pada pilihan ini adalah baju dan gamis yang tak layak pakai. Sehingga, saya harus membuangnya alih-alih menyimpan apalagi memberikannya kepada orang lain. Pada pilihan ini, saya harus memikirkan matang-matang dan penuh keikhlasan mengenai membuang barang. Terlebih lagi, saya selalu memiliki alasan melankolis yang terkadang membuat saya kesusahan. 

Memakai Gamis yang Ada


Seringnya, saya selalu memakai gamis yang sama. Ada dua sampai tiga gamis yang sering saya kenakan ketika keluar rumah, itulah yang saya bilang memakai gamis yang ada. Maka dari itu, gamis-gamis lainnya akan saya simpan atau memberikannya kepada orang lain. Tentu, penyortiran akan sangat sulit, diukur dari tingkat kesukaan. 

Gamis yang disimpan dipakai Nanti


Saya memiliki pemikiran, gamis yang saya simpan bisa saya gunakan kelak, ketika gamis-gamis yang ada sudah pada kusam dan tidak layak pakai. Bukankah ini pemikiran bagus? Jadi, dua sampai tiga tahun lagi gamis yang saya simpan baru saya pakai. Saya tak perlu membeli gamis lagi. Tentunya, saya tidak tahu apakah rencana ini akan berhasil, mengingat saya sangat konsumtif, model pakaian di luar sana terus berganti, serta apakah gamis yang saya simpan akan baik-baik saja?

Ini rencana saya yang saya lakukan, untuk keberhasilannya, saya tidak tahu berapa persen akan berhasil. Paling tidak, saya berusaha untuk tidak konsumtif lagi.

Doakan ya.

1 komentar:

  1. Pilihan untuk tidak menyimpan baju sulit buat saya, mbak. Kalau mau dibuangkan kok "eman-eman", sedangkan mau dihibahkan bingung mau dihibahkan kemana :)

    BalasHapus

Komentar akan dimoderasi terlebih dahulu. Hanya memastikan semuanya terbaca :)

Usahakan berkomentar dengan Name/URL ya, biar bisa langsung BW balik saya ^^

Diberdayakan oleh Blogger.