Menerbitkan Buku, Setelah 15 Tahun Menunggu




Blog ini merupakan sejarah, tempat saya menuliskan impian-impian saya mengenai memiliki buku solo yang terbit di penerbit mayor. Sebuah tujuan yang saya ciptakan 15 tahun lalu. Lalu, di tahun ini, tahun 2022 keinginan itu akan segera terwujud. Ya, salah satu novel yang saya tulis akan diterbitkan secara mayor di penerbit Gradien Mediatama. 

Novel yang mulai saya tulis sekitar dua sampai tiga tahun lalu itu telah diterima oleh penerbit Gradien Mediatama, sebuah penerbit yang tergabung dalam Agromedia Group, pada bulan November tahun 2021 lalu. Melalui postingan ini, saya ingin menceritakan bagaimana, sih, alur dari novel saya sampai diterima di penerbit mayor dan akan terbit secara nasional bulan Februari nanti.

Sebelum saya bercerita bagaimana, saya akan bercerita mengenai novel saya yaitu MADEIRA.

Novel Madeira oleh Wulan Kenanga




Madeira merupakan nama dari bahasa Portugis yang berarti kayu. Awalnya, saya mencari sebuah nama yang artinya adalah manis, lalu saya menemukan nama Madeira. Karena nama itu saya ambil dari situs yang diragukan keakuratannya, maka saya cari tahu lebih dalam lagi. Selain berarti kayu, Madeira juga nama dari sebuah kepulauan lepas di Portugal. 

Madeira merupakan nama tokoh utama dalam novel ini sekaligus nama toko kue. Kisah ini saya bawa dari karakter Harlim dari novel Retrorain (masih dalam draft komputer). Harlim memiliki karakter yang tahu apa yang diinginkannya dan bagaimana cara mendapatkannya. Tapi, Harlim tidak tahu cara menghadapi Madeira, sahabatnya sendiri.

Cerita ini dimulai dengan bertemunya lagi Harlim dan Madeira di sebuah toko kue. Toko kue tersebut milik Madeira. Lim/Harlim sengaja datang ke toko kue itu untuk bertemu dengan teman lamanya. Lim pikir, konflik di antara mereka sudah lama menghilang seiring berjalannya waktu, ternyata dia salah. Konflik masa lalu itu kembali mengusik hubungan mereka. Ditambah lagi, Madeira sudah jauh berbeda.

Proses Penerbitan Novel Madeira


Novel Madeira saya tulis akhir tahun 2017, tetapi belum saya publikasikan di Wattpad. Saya lupa lebih tepatnya kapan, saya mengunggah cerita itu sampai bab 13, kemudian saya berhenti menulis kisah Harlim dan Madeira. Lalu, tahun 2021 lalu, lebih tepatnya pada bulan Januari, saya melanjutkan kisah mereka. 

Madeira selesai pada bulan Agustus. Saya sudah berencana untuk mengirimnya ke penerbit. Maka, saya mencari tahu mengenai beberapa penerbit yang menerima novel yang sudah dipublikasikan di Wattpad. Saat itu, saya menemukan beberapa penerbit yang saya rasa cocok. Salah satunya adalah Gradien Mediatama. Kenapa saya pilih Gradien? Karena mereka menjanjikan memberikan kabar ditolak dan diterimanya paling cepat tiga minggu. Alasan yang sederhana, tetapi penting bagi penulis.

Setelah Madeira selesai, saya mengeditnya lagi. Selama mengedit saya juga menambahi sedikit cerita, menyesuaikan dengan syarat dari penerbit untuk naskah. Naskah telah selesai, saya membuat sinopsis, biodata dan surat pengantar. Setelah semuanya siap, saya mengirim naskah tersebut.

Dalam badan e-mail saya menambahkan surat pengantar dan informasi mengenai naskah, biodata, dan media sosial. Badan e-mail ini penting, agar penerbit bisa mengetahui niat atau isi dari e-mail kita.

Pada November awal penerbit Gradien Mediatama membalas e-mail saya tersebut. Awalnya, saya pikir naskah saya ditolak tanpa pemberitahuan. Ternyata, mereka baru membalasnya dan mengatakan naskah sudah sampai di redaksi dan sedang dalam masa pembacaan oleh Tim Redaksi Gradien Mediatama. Tak lama kemudian, sekitar akhir bulan November saya dihubungi oleh pimpinan redaksi bahwa naskah saya lolos tahap awal.

Bagaimana perasaan saya? Campur aduk. Saya berharap naskah saya lolos sampai diterbitkan, tetapi tidak boleh berharap terlalu tinggi. Maka, saya menetralkan perasaan saya meskipun perut saya penuh, tangan gemetar, dan mual. Sampai akhirnya, Madeira diputuskan diterima dan akan diterbitkan awal tahun 2022.

Proses Terbit Cepat


Tim Redaksi Gradien Mediatama benar-benar di luar ekspektasi saya. Satu sampai dua tahun lalu, saya memberikan selamat kepada teman-teman yang membagikan momen kebahagiaannya karena novel mereka diterima oleh penerbit. Ketika mengucapkan hal itu, saya sambil berkata dalam hati, “Giliran saya kapan, ya?”. Tapi, ternyata teman-teman saya tersebut sampai sekarang belum menerbitkan buku mereka, entah kenapa. 

Saya sendiri sedikit banyak mengerti mengenai dunia penerbitan, sebab pernah bekerja sama dengan teman untuk membuat penerbit indie. Sehingga, saya tahu bagaimana rahasia dapur penerbitan. Selain itu, mendengar curhatan teman-teman penulis mengenai proses terbit buku mereka, membuat saya sedikit banyak tahu. Untuk itu, saya terkejut dengan kecepatan proses terbit novel Madeira di Gradien Mediatama.

Di bulan Desember kami fokus untuk revisi naskah, membuat isu terbitnya Madeira, promosi awal, memangkas naskah, dummy books, dan sekarang proses untuk penentuan cover. InshaAllah novel Madeira bisa dipesan akhir Januari ini. Iya, novel itu akan rampung akhir Januari 2022.

Banyak hal yang ingin saya ceritakan mengenai proses terbit novel pertama saya. Mungkin, saya akan menulisnya dalam beberapa artikel. Saya harap, kamu tidak bosan, ya.

3 komentar:

  1. Wah luar biasa novelnya, akhirnya setelah menanti lama, ya. Memang kadang menulisnya membutuhkan pematangan yang begitu lama, serasa ingin terus melakukan revisi. Kalau sudah selesai pun masih mempertimbangkan tentang penerbit, tapi penantian lama gak akan menghianati hasil.

    BalasHapus
  2. Semangat terus kak, keren saya lihat blognya sudah banyak sekali tulisan. Semoga kelak novel saya juga bisa terbit segera. 😍

    BalasHapus
  3. Selamat Mba, atas novel yang akan diterbitkan nanti!

    BalasHapus

Komentar akan dimoderasi terlebih dahulu. Hanya memastikan semuanya terbaca :)

Usahakan berkomentar dengan Name/URL ya, biar bisa langsung BW balik saya ^^

Diberdayakan oleh Blogger.