Laman

3 Okt 2022

Pentingnya Memperhatikan Gizi Anak Untuk Menghindari Stunting



Selama mengikuti seminar nasional yang diadakan oleh YAICI (Yayasan Abhipraya Insan Cendekia Indonesia) saya senyum-senyum sendiri karena pemateri Prof. Prof. dr. Bambang Wirjatmadi MS. MCN. PHD. Sp,Gk. memaparkan bahwa sejak dulu orang menganggap bahwa kental manis itu susu. Memang benar, sejak kecil saya mengetahui bahwa kental manis itu susu. 

Sejak kecil saya suka mengkonsumsi kental manis cokelat, baik saya konsumsi dengan dicampur air maupun dimakan dengan roti. Rasanya manis dan enak. Nyatanya, di tahun 2018 ditegaskan bahwa kental manis bukanlah susu, melainkan produk yang menyerupai susu atau perasa susu dengan kandungan gula yang tinggi.

Baru-baru ini, media sosial pun ramai mengenai bahayanya gula yang ada di minuman-minuman kekinian. Banyak produsen minuman yang tidak peduli dengan kandungan gula dalam minuman tersebut, yang penting rasanya enak dan laris.

Memang, tanpa kita sadari mengkonsumsi gula sangat nikmat. Apalagi, rasanya yang manis dengan es batu itu membuat tenggorokan segar. Namun, selalu ada perasaan tidak puas dan ingin terus meminumnya.

Pada tahun 2018, penggunaan kata susu pada kental manis mulai dilarang. Mulai dari kemasannya, iklan yang muncul. Sosialisasi mengenai hal ini pun gencar disebarkan melalui seminar-seminar dan media sosial. Bahkan, para pekerja kesehatan pun tidak banyak yang tahu mengenai hal ini. Untuk itu, kita harus membantu menyebarkan hal ini, agar masyarakat tahu bahwa kental manis bukan susu dan tidak bisa diberikan kepada anak-anak.

Mengikuti seminar yang bertajuk “Aku, Kamu, Kita Generasi Muda Sadar Gizi” membahas mengenai pentingnya makanan yang bergizi untuk pertumbuhan bayi agar tidak mengalami stunting. Bahkan, saya sendiri tahu apa itu stunting dari mengikuti seminar-seminar semacam ini ketika dewasa.

Seminar ini pun dihadiri oleh Bu Arumi Bachsin, SE. yang merupakan istri Wakil Gubernur Jawa Timur sekaligus ketua TP PKK Jawa Timur mengatakan bahwa banyak anak usia remaja sudah mengalami obesitas. 

Mahasiswa Mampu Menjadi Agen Untuk Memperbaiki Gizi


Dalam seminar ini, mahasiswa berperan aktif dalam mewujudkan kemajuan gizi yang ada di Indonesia. Salah satu gerakan yang mereka lakukan adalah dengan mengadakan seminar ini.

Seminar nasional ini menghadirkan pakar gizi dari berbagai bidang. Selain itu, ada juga pemaparan mengenai akibat makanan yang tidak bergizi dan berpengaruh pada reproduksi wanita.

Memahami Kebutuhan Gizi Anak


Prof. Prof. dr. Bambang Wirjatmadi MS. MCN. PHD. Sp,Gk. mengatakan bahwa stunting itu bukan penyakit biasa, tetapi kronis. Stunting bukan gizi buruk, tetapi kurangnya pengetahuan orang tua mengenai literasi gizi.

Stunting tidak bisa dilawan hanya dengan makan karbohidrat, mestinya berbasis protein. Karena protein zat atau gizi untuk meningkatkan imunitas tubuh. Memiliki kandungan protein rendah, maka mengakibatkan mudahnya terkena infeksi radang.

Menurut Bu Arumi Bachsin, menangani stunting tidak hanya bisa dilakukan perorangan. Tidak hanya dari satu sektor. Kita harus tahu porsi makananan yang masuk ke dalam tubuh, lalu stunting juga dipengaruhi oleh pola hidup yang tidak sehat. Misalnya, zaman sekarang banyak makanan yang tinggi karbohidrat. Bukannya menambah gizi, justru menambah bertumpuknya lemak dan menjadikan anak obesitas.

Kemungkinan besar ibu stunting akan melahirkan anak stunting juga. Sebab, pengetahuan mengenai gizi yang ibunya dapatkan akan sama seperti sebelumnya. Kecuali, mereka mau belajar dan memperbaiki gizi keluarga.

Anak stunting tidak berasal dari keluarga tidak mampu, melainkan dari keluarga yang tidak mengerti literasi gizi.

Menurut Ibu Arumi, protein base yang bisa diberikan kepada anak adalah satu telur per hari ditambah susu UHT per hari ataupun ASI.

Mengenai susu ini, bukan kental manis, ya. Karena kental manis bukan susu dan tidak bisa menggantikan susu. Kental manis kebanyakan berisi gula dan itu tidak baik untuk anak.

Nah, itu dia mengenai kesehatan anak dan gizi yang harus diketahui banyak orang. Semoga kedepannya, sudah tidak ada anak stunting lagi.

1 komentar:

  1. Gizi anak tentu penting untuk menunjang tumbuh kembangnya di masa-masa itu apalagi hanya itu yang jadi kebutuhan utamanya. Sebagai orang tua tentu perlu memerhatikan makanannya juga karena itu berpangaruh pada si kecil yang masih menyusu juga. Terima kasih informasinya!

    BalasHapus

Komentar akan dimoderasi terlebih dahulu. Hanya memastikan semuanya terbaca :)

Usahakan berkomentar dengan Name/URL ya, biar bisa langsung BW balik saya ^^