Mar 10, 2023

Alasan Saya Bekerja Dari Rumah



Ada tidak yang bertanya-tanya kenapa saya bekerja dari rumah, padahal saya masih muda?

Kalau tidak ada, tidak apa-apa. Saya akan menjawabnya meskipun tidak ada yang bertanya, hehe.

Alasan utama saya bekerja dari rumah atau pekerja lepas adalah tidak ada perusahaan yang mau menerima saya.

Dulu, saya tidak menyadari alasannya kenapa mereka tidak mau menerima saya. Kini, saya rasa karena saya tidak tahu apa kemampuan saya. 

Waktu itu, dunia tidak seramai sekarang. Tidak ada namanya content creator. Content writer sudah ada, tetapi tidak seramai saat ini. Maka, setiap kali saya melamar pekerjaan saya melamar sebagai admin. Bahkan, pekerjaan admin sendiri saya tidak tahu seperti apa.

Saya lulusan Manajemen Informatika, kenapa tidak bekerja di bidang yang sama? Sudah jelas, saya tidak pintar di bidang itu, hehe. Saya hanya bisa mengedit HTML blog, tidak lebih. Memang, sewaktu kuliah saya pernah membuat website, tapi sekarang sudah lupa bagaimana cara membuatnya.

Alasan kedua karena saya ingin ketika sudah menikah nanti saya lebih dekat dengan keluarga, terutama kalau Allah kasih saya anak. Saya ingin menjadi ibu yang siap sedia ketika dibutuhkan anak dan tetap produktif menghasilkan uang. Tapi, ternyata sampai usia 32 tahun saya belum menikah, hoho.

Namun, setelah bertahun-tahun menjadi pekerja lepas, saya cukup menyesal kenapa tidak mencari pengalaman lebih sehingga saya akan lebih profesional. Tapi, lagi-lagi, saya ingat saya tidak diterima di manapun.

Apakah saya benar-benar tidak pernah bekerja “ikut orang”? Hehe, tidak benar. Saya pernah bekerja ikut orang, kok.


Bekerja di Bidang Kuliner



Memang, sejak tahun 2016 saya mulai menekuni blog. Tapi, waktu itu saya masih ingin bekerja di kantor atau ikut orang. Kebetulan, saat itu saya sedang tekun-tekunnya memotret dengan Etro. Lalu, teman saya menawarkan sebuah pekerjaan di sebuah startup di bidang kuliner. Saya mencoba melamar dan diterima.

Awalnya, saya bekerja sebagai pekerja lepas. Saya mendapatkan upah dari makanan yang saya dapatkan. Lalu, saya ditetapkan sebagai pekerja tetap. Namun, waktu saya terbuang banyak.

Menjadi fotografer kuliner saya harus berada di jalan. Dari satu tempat ke tempat lainnya. Hujan badai saya harus tetap berangkat. Saya bekerja dari jam delapan pagi, lalu pulang tidak tentu. Bisa saja saya baru sampai indekos jam sepuluh malam karena harus datang ke lokasi kuliner yang bukanya sore ataupun malam. Kadangkala, hari Sabtu atau Minggu saya harus bekerja karena kebanyakan event maupun tempat kuliner baru buka di hari Sabtu atau Minggu.

Saat itu, saya mendapatkan upah sekitar Rp 2.700.000-, saya tidak bisa menulis karena waktu saya habis di jalan dan menulis untuk kantor. Saya membandingkan penghasilan saya dari menulis blog tidak jauh dari upah saya tersebut dan saya bisa mengeksplore banyak hal karena memiliki banyak waktu.

Akhirnya, saya memutuskan untuk resign.

Apakah ada penyesalan?

Banyak.

Saya menyesal tidak mencoba banyak pekerjaan. Intinya, saya kurang pengalaman dan kurang pengetahuan mengenai dunia luar. Tiba-tiba saja, saya sudah berusia di atas tiga puluh tahun. Mungkin, kamu sudah menebak kenapa saya menyesal. Bukan mengenai masalah ekonomi saja, tetapi ilmu pengetahuan itu bisa saya tulis di novel-novel saya dan pasti sangat berharga.

Penyesalan saya lainnya adalah saya tidak ambisius dalam belajar. Kini, saya merasa menjadi orang bodoh dan tidak memiliki apa-apa. Mengenai hal ini, saya bisa mengejarnya lagi. Bukankah kita tidak boleh berhenti belajar?

Namun, saya tetap bersyukur dengan pencapaian saya saat ini. Tidak mudah. Butuh proses panjang. Maka, saya akan menikmatinya dan terus belajar untuk mencapai kemampuan baru. Doakan saya mampu dan diberi kesehatan.

Semoga cerita saya ini bisa kamu ambil hikmahnya, ya. Terutama, untuk kamu yang masih sekolah dan masih kuliah. ^^

0 Comments:

Post a Comment

Komentar akan dimoderasi terlebih dahulu. Hanya memastikan semuanya terbaca :)

Usahakan berkomentar dengan Name/URL ya, biar bisa langsung BW balik saya ^^