May 5, 2023

Kondisi Fisik Menurun Setelah Pandemi. Efek Covid-19?



Sudah satu tahun pandemi berakhir. Saya ingat, tahun lalu setelah tiga tahun pandemi akhirnya kegiatan mulai berjalan dengan normal secara perlahan. Masjid-masjid sudah penuh, pasar semakin riuh, tiket kereta mulai terjual habis, lalu orang-orang sudah pulih dan sembuh dari Covid-19.

Tentu saya senang karena bisa keluar lagi tanpa terlalu khawatir. Saya masih ingat bagaimana mencekamnya keadaan saat itu, ketika covid-19 sedang tinggi-tingginya. Kalau tidak salah, saat itu adalah varian Delta.

Saat varian Delta, semua keluarga saya terkena, termasuk saya.

Di dusun saya ada beberapa orang yang meninggal karena virus tersebut. Lalu, tetangga dusun lebih parah lagi. Nyaris setiap hari saya mendengar pengumuman kematian. Tidak hanya sekali, tetapi dua sampai tiga kali sehari. Bahkan, ketika malam pun saya mendengarnya.

Saya ingat, waktu itu jam dua belas malam, saya mendengar pengumuman tersebut dan saya kesulitan tidur karena cemas.

Syukurlah semua itu sudah berlalu. Tahun lalu, akhirnya saya ikut kegiatan yang cukup menguras energi. Sampai-sampai, saya seperti kehilangan kendali dan mempertanyakan diri sendiri. Apa saya sudah setua itu?

haha.

Kegiatan Dua Hari Penuh Setelah Pandemi


Satu tahun lalu, setelah pandemi saya ada kegiatan keluar kota. Lebih tepatnya saya bersama penerbit melakukan promosi dengan mengadakan talkshow di dua kota yaitu Surabaya dan Gresik. Hari pertama, kami pergi ke Gresik. Tidak hanya sendiri, saya ditemani oleh tiga penulis lainnya dan kepala redaksi. 

Bertemu dengan teman penulis dan pembaca tentu kegiatan yang menyenangkan. Saya benar-benar excited sampai-sampai kesulitan untuk tidur. Dari Mojokerto saya membawa motor dan motor tersebut saya titipkan ke rumah teman. Lalu, saya ikut mobil redaksi untuk ke Gresik. Dari Gresik kami kembali ke Surabaya dan menginap di hotel. Setelah selesai mandi, kami duduk di Jl. Tunjungan.

Tidak seperti biasanya, saat itu fisik saya benar-benar lemah. Saya duduk saja di Jl. Tunjungan tersebut, tetapi saya merasa tubuh saya bisa pingsan sewaktu-waktu. Saya berpikir, siapa yang akan menggendong saya ketika pingsan nanti? Haha.

Akhirnya, sekitar pukul sepuluh malam, saya meminta kembali ke hotel. Tengah malam suhu tubuh saya tinggi. Badan saya panas. Saya demam!

Untungnya, besok ketika acara di Gramedia Tunjungan Plaza berjalan dengan lancar dan saya tidak demam lagi. Akan tetapi, ketika saya kembali ke rumah, malamnya saya demam lagi.

Fiuh.

Akhirnya, selama tiga hari saya demam dan minum obat.

Fisik Melemah Setelah Covid-19?


Apakah kalian pernah berpikir mengenai hal ini? Bahwa setelah pandemi tubuh menjadi lemah. Saya pikir, hal tersebut karena saya mulai tua. Tapi, kalau dipikir-pikir perbedaannya sangat jauh untuk jarak dua sampai tiga tahun saja. 

Setelah acara tersebut, beberapa hari kemudian saya menstruasi. Lalu, ketika menstruasi tubuh saya semakin lemah. Entah saya merasa seperti ingin pingsan dan badan gemetar. Padahal, sebelumnya saya tidak pernah merasakan hal itu ketika menstruasi.

Kemarin, ketika bertemu dengan teman, suaminya seorang dokter juga merasakan tubuhnya melemah setelah terkena covid-19. Nah, loh. Apakah kamu juga merasakan hal yang sama?

Akhirnya, untuk mengatasi kondisi tubuh yang menurun, saya mengkonsumsi sangobion seminggu sekali dan setiap hari ketika menstruasi. Alhamdulillah, hal tersebut sedikit teratasi. 

Kalau pengalaman teman-teman, bagaimana?

1 Comments:

  1. COVID-19 memang sudah berakhir, tetapi keadaan sekarang masih menunjukkan lemahnya fisik. Mungkin karena cuaca yang berubah-ubah, apalagi kesibukan, dan baru saja selesai lebaran. Hal yang terpenting adalah menjaga kesehatan dengan baik, terima kasih informasinya!

    ReplyDelete

Komentar akan dimoderasi terlebih dahulu. Hanya memastikan semuanya terbaca :)

Usahakan berkomentar dengan Name/URL ya, biar bisa langsung BW balik saya ^^