Oct 26, 2023

Hal yang Saya Sesali di Usia 20+




Di usia 30+ ini banyak hal yang saya pahami dan sesali. Bukan mengenai jabatan yang tidak saya miliki di usia 32 tahun. Bukan pula mengenai saya masih sendiri di usia 32 tahun ini. Akan tetapi, mengenai penyesalan di usia 20+ yang tidak saya lakukan di usia muda itu.

Saya tidak akan menutupi penyesalan-penyesalan itu, sebab saya ingin teman-teman yang membaca artikel ini tahu dan menyadari apa yang harus teman-teman lakukan di usia muda. Mungkin, tidak akan sama dengan yang saya inginkan, tetapi pasti akan menimbulkan pertanyaan itu dan saya harap, teman-teman menemukan jawabannya.

Berikut hal yang saya sesali di usia 20+


1 | Terlalu Memikirkan Pertanyaan, “Kapan aku punya pacar?”


Sejak remaja saya ingin memiliki seorang kekasih, akan tetapi cerita cinta saya selalu kandas dan tidak berjalan dengan baik. Di sekitar, teman-teman saya memiliki pasangan yang mengantar mereka pulang, menemani jalan-jalan dan lainnya. Saya merasakan hal itu sampai masa kuliah, tidak ada yang berubah.

Karena hal itu, saya menjadi terlalu fokus dengan pertanyaan, “Kapan aku punya pacar?”, sehingga saya tidak fokus dalam studi, seringnya saya “galau” dengan kehidupan yang begitu-begitu saja.

Setelah dewasa, saya paham bahwa memiliki kekasih bukan segalanya. Ada kebahagiaan lain yang semestinya bisa saya raih di masa muda. Akan tetapi, saya justru memikirkan hal-hal yang tidak penting karena terintimidasi oleh sekitar mengenai kekasih dan jodoh yang belum datang.

2 | Tidak Serius Dalam Belajar


Sebab saya terlalu memikirkan kenapa saya berbeda dan tidak memiliki kekasih, sehingga saya tidak serius dalam belajar. 

3 | Kurang Bergaul dan Terlalu Pemalu


Di usia muda saya sangat pemalu, lebih tepatnya merasa sangat minder. Saya sering menarik diri dari pergaulan karena hal tersebut. Terkadang, saya merasa tidak memiliki daya tarik tersendiri dan tidak bisa bergaul dengan mereka. Nyatanya, perasaan itu masih ada sampai sekarang. Namun, tentu jauh lebih baik daripada dulu.

Ketika dewasa saya menyadari hal ini terjadi karena kurang mengenal diri sendiri. Tidak mengerti kelemahan diri sendiri itu apa dan kelebihan diri sendiri itu apa. 

4 | Tidak Mendalami Bahasa Inggris


Dulu sudah banyak yang mengatakan bahwa bahasa Inggris itu sangat penting, sebuah bahasa internasional. Dulu, saya tidak peduli akan hal itu. Sekarang, ketika zaman semakin maju, teknologi semakin berkembang, saya merasa tertinggal karena tidak bisa menulis dalam bahasa Inggris. 

Saat ini banyak sekali pekerjaan freelance maupun pekerjaan remote yang mengandalkan skill bahasa Inggris, apalagi kalau kamu seorang penulis. Sayang sekali apabila tidak bisa menggunakan bahasa ini.

Meskipun sudah di usia 30+ saya mulai belajar lagi dan memperdalam bahasa Inggris. Semoga kamu tergerak juga ya!

5 | Tidak Percaya Diri dan Kurang Mengenal Diri Sendiri


Seperti yang saya bahas di atas, saya kurang percaya diri dan tidak mengenal diri sendiri. Dengan mengenal apa yang membuat saya lemah dan apa yang membuat saya kuat, akan sangat membantu proses tumbuh diri sendiri.

Apabila kamu tahu kelemahanmu di mana, lucky you, kamu tinggal mencari cara mengatasinya. Tapi, apabila kamu belum mengetahuinya, itu bisa jadi masalah. Selain itu, kamu harus tahu apa kelebihan kamu. Dengan begitu, kamu bisa fokus dengan kelebihan tersebut.

Itu dia hal yang saya sesali di usia 20+. Tentu, masih banyak penyesalan yang lainnya. Salah satunya tidak tahu kalau menulis blog itu menghasilkan dan bisa mencari uang di internet. Tapi, tentu penyesalan itu bukan sekadar disesali saja, tetapi diperbaiki untuk bisa menjadi lebih baik.

Semoga bermanfaat!

0 Comments:

Post a Comment

Komentar akan dimoderasi terlebih dahulu. Hanya memastikan semuanya terbaca :)

Usahakan berkomentar dengan Name/URL ya, biar bisa langsung BW balik saya ^^