Apr 1, 2018

Waspadai Jerawat yang disebabkan Hiperandrogen, Kelainan Hormon yang membuat tidak percaya diri sampai berisiko tidak bisa memiliki keturunan


Waspadai Jerawat yang disebabkan Hiperandrogen, Kelainan Hormon yang membuat tidak percaya diri sampai berisiko tidak bisa memiliki keturunanAndrogen merupakan hormon yang membentuk otot, bulu, kulit dan bagian tubuh lainnya laki-laki sampai aktivitas organ seks. Hormon androgen membentuk karakteristik laki-laki yang lebih maskulin. Hormon lebih dominan ada pada laki-laki, maka dari itu sering disebut hormon laki-laki. Meskipun begitu, hormon androgen nyatanya pun ada pada perempuan, tetapi dalam porsi yang tak kentara. Apabila porsi hormon androgen berlebih pada perempuan, ini bisa disebut dengan kelainan hormon yang lebih dikenal dengan hiperandrogen.

Baru dengar hiperandrogen? Sama.

Seperti yang saya ungkapkan di atas, androgen merupakan hormon laki-laki atau hormon yang didominasi oleh laki-laki. Hiperandrogen bisa diartikan menjadi kelebihan hormon laki-laki. Tentunya, kasus ini merupakan dalam ruang lingkup perempuan.

Hiperandrogen pada perempuan bukan hal yang bisa disepelekan begitu saja, karena dampak dari kelainan hormon ini cukup merisaukan. Mulai dari tak percaya diri, sampai menyebabkan tidak dapat memiliki momongan. Ehm, cukup mengkhawatirkan.


Dan, lebih mengejutkan lagi, salah satu gejala kelainan hormon hiperandrogen ini adalah munculnya jerawat membandel pada wanita.




Saya mendapatkan informasi mengenai hiperandrogen ini ketika mengikuti acara HEALTH WORKSHOP "DISCOVER NEW CONFIDENCE" di Babeh Street, Surabaya. Dalam acara tersebut menghadirkan pakar kecantikan dan kesehatan dr. Santi Sadikin. Dokter cantik ini merupakan CEO salah satu klinik kecantikan di Surabaya. Tema besar dari acara ini adalah membahas mengenai jerawat membandel pada wanita, yang ada hubungannya dengan hiperandrogen.

Lebih dari 10-20% mengalami gejala hiperandrogen atau kelebihan hormon laki-laki pada perempuan. Semestinya, kita – perempuan – lebih didominasi hormon estrogen yang mengatur hormon seks wanita. Apabila hormon androgen lebih untuk membentuk laki-laki lebih maskulin, berorot, jantan dan sebagainya, sebaliknya hormon estrogen membentuk wanita menjadi perempuan seutuhnya, yaitu lebih feminim, kulit halus, dan sebagainya. Untuk itu, apabila seorang perempuan mengalami kelainan hormon hiperandrogen maka akan menimbulkan kecemasan semacam tidak percaya diri, terasing, merasa berbeda.




Apabila teman-teman merasa memiliki jerawat membandel, yang sulit sekali untuk hilang, mungkin itu penyebabnya ada kelainan hormon. Bisa jadi, teman-teman memiliki hormon androgen lebih. Lalu, bagaimana ciri-ciri atau gejala dari kelainan hormon hiperandrogen ini?

Ciri-ciri Gejala Hiperandrogen

Gejala klinis dari kelainan hormon hiperandrogen disingkat menjadi SAHA (Seborrhoea - Acne - Hirsutism - Androgenetic Alopecia).

Seborrhoea

Dr. Santi Sadikin mengatakan, seborrhoea merupakan pengeringan kulit pada bagian tertentu yang berbulu, seperti di kulit kepala yang biasa kita sebut ketombe, pada alis, pada sekitar bibir – di atas bibir -.

Acne

Pada bagian timbulnya jerawat, bukan jerawat biasa. Dr. Santi Sadikin mengatakan, beberapa pasiennya yang mengalami jerawat parah, sudah diberikan berbagai penanganan, seperti obat luar dan obat oral, tetapi tidak membuahkan hasil. Dari sini, kita harus mencurigai bahwa hal tersebut merupakan gejala kelainan dari hormon hiperandrogen. Terlebih lagi, jerawat yang ditimbulkan karena hiperandrogen lebih berpotensi menimbulkan bekas atau scar.

Jerawat tak hanya muncul di wajah, melainkan bisa juga di dada, punggung, lengan dan beberapa bagian yang memiliki minyak berlebih. Munculnya jerawat dikarenakan tersumbatnya pori-pori wajah yang kotor. Untuk itu, kita harus rajin membersihkannya, terutama untuk yang memiliki kulit wajah berminyak atau kulit kombinasi (pada bagian T zone berminyak dan lainnya normal atau kering). Teman-teman, tempat minyak dan keringat pada wajah itu berbeda loh. Apabila masih mengingat bagan kulit, minyak terletak di rambut halus sedangkan keringat keluar melalui jaringan sendiri.

Dr. Santi Sadikin menyarankan untuk membersihkan wajah ekstra, seperti menggunakan milk cleanser terlebih dahulu sebelum sabun muka, kemudian disusul dengan penyegar. Banyak sekali informasi mengenai acne ini, yang bisa teman-teman cari tahu melalui dokter kulit kalian ya.

Hirsutism

Hirsutism merupakan munculnya bulu atau rambut pada area tak lazim pada perempuan, seperti pada dada, di atas bibir (kumis), dan beberapa bagian tubuh lainnya, yang lazimnya dimiliki oleh laki-laki. Memiliki bulu yang tumbuh pada bagian yang tak lazim bagi perempuan, tentunya akan berdampak menimbulkan rasa minder, tidak percaya diri.

Androgenetic Alopecia

Kelebihan hormon androgen pun menyebabkan kerontokan rambut pada perempuan, akhirnya menimbulkan kebotakkan. Timbulnya kebotakkan pada perempuan berbeda dengan laki-laki. Apabila laki-laki botak di bagian depan dan atas kepala, pada perempuan lebih di ubun-ubun dan tengah.

Penyebab Hiperandrogen

Faktor Endogen

       PCOs (Sindrom Ovarium Polikistik)

       Hiperplasia fungsi kelenjar adrenal (kongenital/didapat)

       Tumor

-        ovarium
-        adrenal
-        hypophyseal
-        bronkhial

Faktor Eksogen

       Kontrasepsi oral kombinasi dengan aktivitas efek parsial androgen)
       Steroid anabolik
       Pengobatan kortikosteroid (sistemik/topikal)


Salah satu dampak yang dihasilkan oleh kelainan hormon hiperandrogen adalah pertumbuhan kumis pada wanita. Adanya kumis atau bulu pada bagian yang tak lazim bagi wanita ini, membuat perempuan merasa minder dan berujung stres. Bayangkan saja, apabila perempuan tersebut berhijab tapi memiliki kumis? Tentunya akan menurunkan rasa percaya diri. Bagi saya, memiliki jerawat dan bekasnya saja sudah membuat tidak percaya diri, apalagi timbulnya bulu di tempat yang lazimnya untuk laki-laki.

Meningkatnya hormon androgen pada perempuan pun bisa berakibat susah memiliki keturunan. Dalam hal ini, yang dimaksudkan adalah penderita PCOs/sindrom ovarium polikistik.

4 comments:

  1. Nice info, informatif sekali ��

    www.nadiahasyir.com

    ReplyDelete
  2. Waduh, ternyata serem juga yaa, jadi merinding nih. Saya kira jerawat tidak berbahaya, ternayat bahaya juga efeknya.

    ReplyDelete
  3. Memang jerawat itu rada sulit pengobatannya kalau penyebabnya adalah kebanyakan hormon androgen.
    Karena menekan hormon androgen pada perempuan bisa sedikit berisiko mempersulit kehamilan, akan lebih aman kalau kita cukup mengurangi pemicu jerawat supaya jerawat tidak jadi timbul. Perkecil kelenjar minyak melalui laser. Dan yang sudah kadung berjerawat sampai timbul scar, segera dikelupas melalui peeling.

    ReplyDelete

Komentar akan dimoderasi terlebih dahulu. Hanya memastikan semuanya terbaca :)

Usahakan berkomentar dengan Name/URL ya, biar bisa langsung BW balik saya ^^