May 31, 2016

Jumpa Pers Pameran Seni Faber-Castell "Kreativitas Tanpa Batas"


Jumpa Pers Pameran Seni Faber-Castell "Kreativitas Tanpa Batas" - Surabaya, 30 Mei 2016. Menjadi kreatif itu mudah. Cukup melatih diri sendiri untuk terus ingin tahu dan mencoba, maka kreativitas pun akan terasa. Tidak ada namanya bakat, yang ada hanyalah keinginan yang kuat. Mungkin, itulah alasan mengapa Faber Castell membuat pameran seni di 5 kota besar di Indonesia.

Kemarin-kemarin saya melihat teman-teman blogger meliput acara pameran seni di kota masing-masing. Jakarta, Bandung, dan Yogyakarta. Saya sempat envy, karena mereka berfoto dengan gaun yang disusun dari 5000 pensil Faber Castell. Tentunya, saya penasaran dong bagaimana rupa gaun tersebut. Kali ini, Faber Castell mengadakan pameran seni tersebut di Surabaya, tepatnya di Grand City Mall. Beruntung sekali, saya berkesempatan untuk mengikuti acara pembukaan pameran seni yang bertajuk “Kreativitas Tanpa Batas.” Tentunya, kesempatan ini tak saya lewatkan begitu saja.

Faber Castell sebagai produsen alat tulis terbesar dan tertua di dunia mendukung pembentukan generasi kreatif di Indonesia melalui serangkaian kegiatan sejak tahun 2011. Diantaranya ada lomba menulis, lomba mengambar kategori nasional untuk anak-anak Indonesia.

Tapi, tidak hanya berfokus pada usia dini, Faber Castell juga mengadakan lomba yang melibatkan muda mudi di Indonesia hingga para profesional, melalui lomba bertemakan kepedulian lingkungan menggunakan produk Art & Graphic.

Uniknya, Faber Castell juga membuat lomba menulis cerita pendek dengan menulis manual, agar lebih mendorong kebiasaan positif dan lebih mengasah kreativitas. Lomba menggambar maupun menulis tersebut, akhirnya dijadikan buku loh.

Acara yang dibuka dengan tarian remo yang dilakukan oleh anak-anak SD ini pun dihadiri oleh Ibu Risma, Walikota Surabaya. Sebelum pembukaan resmi pameran seni Faber Castell dimulai, Bu Risma memberikan beberapa kata sambutan. Beliau berkata, bahwa beliau pernah membaca bahwa negara maju adalah negara yang memiliki kreativitas tinggi. Maka, beliau mendukung kegiatan yang diadakan oleh Faber Castell untuk mengasah kreativitas anak-anak.


Lalu, Bu Risma diminta mencoret sebuah buku gambar, yang nantinya akan diteruskan oleh perwakilan dari pihak Faber Castell, kemudian akan dilanjutkan oleh pakar seni, sehingga membentuk sebuah gambar utuh. Nah, setelah itu pembukaan pemaran seni Faber Castell bertajuk Kreativitas Tanpa Batas pun resmi dibuka.


Pikiran manusia merupakan dimensi tanpa batas, kreativitas sebagai bagian dari proses pikir juga tidak memiliki batas, tergantung sejauh mana kita mampu dan mau mengembangkannya. Seperti yang saya katakan tadi, bahwa tidak ada namanya bakat, yang ada adalah keinginan. Jadi, kreatif tidaknya kita, tergantung dari kita sendiri. Mau atau tidak untuk terus mengasahnya.

Brand Manager PT Faber-Castell Internasional Indonesia, Fransiska Remila menjelaskan kegiatan ini juga  bentuk apresiasi kepada semua karya dari semua kegiatan yang pernah dilakukan oleh Faber-Castell sebelumnya, dari lomba gambar hingga menulis cerita pendek.

Dalam kegiatan pameran seni Faber Castell “Kreativitas Tanpa Bata” menampilkan karya-karya pemenang lomba yang pernah diadakan oleh Faber Castell. Tadi sempat saya singgung mengenai gaun dari 5000 pensil, di sini juga dipamerkan. Dan, gaun tersebut merupakan karya seniman asal Jerman, Kerstin Schulz. Indonesia merupaan negara ketiga di Asia yang mendatangkan karya ini selain di Jepang dan Singapura.

Pameran Seni Faber Castell Kreativitas Tanpa Batas di Grand City, Surabaya akan berlangsung selama kurang lebih lima hari, terhitung dari hari ini. Acara ini akan ditutup pada tanggal 5 Juni 2016. Di acara tersebut, tidak hanya pameran saja, tapi juga ada kegiatan seru lainnya. Seperti workshop menggambar desain karakter bersama Kak Doni Teguh, dan ada juga workshop membuat craft bersama Creative For Kids (CFK).

Sebelum acara pembukaan tadi, saya sempat berfoto dengan beberapa karya seni yang dipajang. Tentunya, saya mengunggah di akun media sosial saya dengan hashtag #PameranSeniFaberCastell dan saya ikut undian dan mendapatkan sepaket Connector Pens.

Ada beberapa karya seni yang menarik perhatian saya, tentunya selain karya seni gaun dari pensil tadi, juga ada karya seni dari  Connector Pen yang membentuk sebuah kapal. Ada juga beberapa karya sepeti payung dengan gambar-gambar indah, mug dan sepatu.




Faber Castell ada di 15 negara, salah satunya Indonesia. Dan, di Indonesia sendiri terdapat dua pabrik, yaitu pabrik pensil di Bekasi dan pabrik spidol atau connector pen di Cibinong. Ternyata, pabrik pensil Faber Castell di Indonesia memproduksi pensil tersbesar. Dari acara ini pun, saya mengetahui bahwa Faber Castell menggunakan bahan kayu untuk pensil pilihan. Kayunya pun bersertifikat yang didapat dari Palembang.


Pensil Faber Castell, itu loh pensil yang biasa dipakai untuk ujian komputer, sudah ada sejak tahun 1905, jadi kira-kira sudah 111 tahun. Ternyata, umur pensil tersebut lebih tua daripada umur saya.

Memang, segmen yang diusung Faber Castell adalah anak-anak, tapi ada beberapa produk yang memang ditujukan untuk kalangan dewasa. Tergantung kebutuhan. Bahkan, ada bulpoin dengan harga 50 juta. Tentunya, bulpoin tersebut diproduksi secara terbatas dan kalangan tertentu yang bisa membelinya.

Yuk ah, teman-teman luangkan waktu untuk mengintip pameran seni Faber Castell "Kreativitas Tanpa Batas", hanya sampai tanggal 5 Juni saja loh.

xoxo,
Wulan K.



10 Comments:

  1. Waaah keren ya ..pengen banget ke pameran ini sebelum Ramadhan.
    mampir mbak ...http://braveandbehave.blogspot.co.id/2016/05/gadai-emas-mencairkan-pinjaman-cara.html

    ReplyDelete
  2. Bener mba apalagi jepang, kreatif nya ruar binasak, jd negara kita jgn kalah kreatif nya, oh iyah sama harus dikembangkan jg minat baca nya
    Hihihii

    Buleipotan.com

    ReplyDelete
  3. Mug-nya itu keren tuhhhh... pada kreatif banget yakkk

    ReplyDelete
  4. Jalan-jalan terus, gak diajak.:) hehe

    ReplyDelete
  5. karya dari pensil itu tua juga ya, hanya bisa memandangi dari depan laptop artikel2 yang serupa ini.

    ReplyDelete
  6. Ternyata tua banget ya usianya faber castell, haha. Jadi inget waktu masih SD, kalo gambar udah pake merk ini, udah yakin bagus aja hasilnya. Saingan ama pentel.

    ReplyDelete
  7. Jalarta, Bandung, Jogja, Surabaya...kota ke5 di mana sai?? Malang??? *ngareeeep wkwkwk

    ReplyDelete
  8. jatuh cinta sama pameran hasil karya pensil faber castellnya mbak...
    emang empuk sekali tektur pensilnya
    suka bnget hhee

    ReplyDelete
  9. Wah karya seni dari faber castell unik dan nyentrik ya, tapi ga berani pegang takut rontok he3

    ReplyDelete
  10. Waaah kren sekali ya kreatif abisssz... semoga sukses ya sampai mendunia terkenal karyanya. Amiin

    ReplyDelete

Komentar akan dimoderasi terlebih dahulu. Hanya memastikan semuanya terbaca :)

Usahakan berkomentar dengan Name/URL ya, biar bisa langsung BW balik saya ^^