29 Jun 2018

[KOLAB KARIB] Kehidupan Ideal Setelah Menikah



[KOLAB KARIB] Kehidupan Ideal Setelah Menikah  - Ketika mencari ide ngeblog, saya kesasar ke sebuah gambar dengan banyak sekali ide-ide artikel mengenai kehidupan pribadi atau lebih mudah disebut sebagai tema blog lifestyle seperti blog saya ini. Kebetulan lagi, saya sudah lama tidak menulis artikel kolaborasi dengan Mbak Tikha, akhirnya saya ajakalah Mbak Tikha menuliskan hal serupa.

Baiklah, saya akan menuliskan kehidupan ideal sehari-hari saya setelah menikah. Tentunya, ini merupakan hal yang sebenarnya, melainkan berandai-andai ketika menikah nanti, kehidupan seperti apa yang saya inginkan. Bukan sesuatu hal muluk-muluk seperti memiliki mobil dan rumah mewah, melainkan lebih ke keseharian seperti apa yang saya inginkan.


Jadi, kehidupan idaman usai menikah yang saya inginkan adalah....

.... tidak jauh berbeda ketika saya masih single.

Sederhana? Ya, saya tahu. Saya juga tahu itu hal yang sulit sekali terwujud. Bagaimana mungkin seorang perempuan sudah menikah tetapi kehidupan tetap sama seperti sebelum ia menikah? Kenyataannya, saya menginginkan hal demikian.

Meskipun tidak seratus persen kehidupan sebelum dan sesudah menikah sama, tetapi akan ada beberapa poin yang saya inginkan sama. Seperti dalam hal, pekerjaan.

Saya seorang freelancer atau saya lebih suka menyebutnya pekerja serabutan. Maka, ketika setelah menikah nanti saya ingin bekerja hal serupa. Saya ingin bekerja dari rumah, menulis, membuat konten, memotret dan sesekali keluar rumah kalau memang pekerjaan saya membutuhkan saya untuk keluar.

Tak hanya tetap produktif menjadi bloger, pun saya ingin tetap menulis novel dan kalau Allah kasih ijin saya ingin menerbitkannya. Menjadi penulis novel dan penulis konten adalah hal yang saya inginkan sebelum dan sesudah menikah. Kenapa saya ingin sekali demikian? Bukan bekerja di kantor atau sekalian tak usah bekerja dan mengurus rumah tangga? Pertama, kenapa saya tidak bekerja di kantor saja, alasannya saya ingin bisa mengurus rumah dengan maksimal. Kedua, kenapa tidak sekalian nggak kerja saja? Alasannya, meskipun ketika setelah menikah diri kita bukan milik kita sendiri, tetapi kita/saya juga adalah saya. Yang intinya adalah saya pun memiliki kehidupan untuk diri sendiri.

Sebagai penulis, tentunya kehidupan saya tak boleh jauh-jauh dari buku. Untuk itu, saya harus tetap bisa membaca buku setelah menikah nanti. Kalau beruntung, saya ingin suami saya memiliki hasrat serupa. Membaca buku merupakan hal yang tak ingin saya tinggalkan, buku apa pun itu.

Jadi, seperti inilah kira-kira keseharian ideal saya setelah menikah nanti, dengan catatan kami belum memiliki anak dan kami tinggal berbeda atap dengan orang tua.

Usai salat dan mandi, saya akan menyiapkan sarapan untuk suami, mungkin membuat oatmeal dengan campuran buah atau kalau dia suka dengan cara sarapan orang Indonesia, saya akan membuatkan oseng pindang dan lombok hijau. Setelah suami berangkat kerja, baru saya membereskan rumah, bersih-bersih. Usai bersih-bersih, barulah saya akan membuat kopi,  duduk di depan meja,membuka komputer jinjing saya.

Kalau sedang ingin memotret, saya akan memotret antara pukul 7-8 pagi. Kalau tidak, saya akan menulis, mengecek surel, membuka laman facebook dan mulai mengerjakan pekerjaan yang sudah saya tulis dalam daftar pekerjaan hari itu.

Saya akan bekerja sampai waktu adzan dzuhur, beristirahat sampai pukul satu siang. Apabila pekerjaan saya sudah selesai, saya akan tidur siang, apabila belum saya akan lanjut bekerja.

Sorenya, saya akan mulai membersihkan rumah dan menyiapkan makan malam dan menunggu suami pulang kerja. Tentunya, ketika malam hari saya akan bersama suami – xoxo.

Yah, kira-kira seperti itulah hari ideal saya ketika sudah berumah tangga nanti. Sederhana, tetapi terkadang yang sederhana itu sulit diraih- xoxo.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar akan dimoderasi terlebih dahulu. Hanya memastikan semuanya terbaca :)

Usahakan berkomentar dengan Name/URL ya, biar bisa langsung BW balik saya ^^