31 Agu 2018

Cara Mengalihkan dan Menekan Keinginan Berbelanja


Cara Mengalihkan dan Menekan Keinginan Berbelanja  - Saya yakin beberapa dari kita pernah mengalami penyakit “kepikiran” tak penting yang membuat waktu kita terbuang hanya memikirkan hal yang remeh. Seperti ketika saya pergi ke Pasar Grosir Surabaya beberapa waktu lalu. Usai saya membeli tunik dan pulang ke kosan, saya kepikiran beberapa gamis di sana. Kenapa saya tidak membeli gamis juga? Atau kenapa saya tidak membeli gamis saja? Ini hanya contoh sederhana. Pun ada beberapa kasus yang membuat kita memikirkan hal tersebut terus menerus. Seperti keinginan membeli felt letter atau bahkan mobil?

Sebelum kita memutuskan membeli sesuatu, sebaiknya kita kembali ke masa-masa sekolah dahulu. Pada pelajaran Ekonomi, pembahasan mengenenai macam-macam kebutuhan manusia. Saya ingatkan kembali, ada tiga macam kebutuhan manusia; kebutuhan primer, kebutuan sekunder dan kebutuhan tersier. Ingat apa perbedaan dari ketiganya?

Dengan mengetahui beberapa macam kebutuhan tersebut, tentunya kita bakalan tahu mana yang lebih utama kita penuhi. Saya jadi berpikir, apakah membeli gamis lagi adalah pilihan yang bijak, meskipun “pakaian” termasuk kebutuhan primer yang harus dipenuhi. Buat saya tidak, karena di dalam lemari saya sudah banyak baju layak pakai, yang bisa saya kenakan. Jadi, otomatis membeli baju lagi bukanlah sesuatu hal yang harus disegerakan. Pakaian bisa masuk kebutuhan sekunder atau bahkan kebutuhan tersier, hem.

Setelah kita tahu, keinginan kita merupakan kebutuhan yang urgent banget atau tidak, kemudian adalah langkah bagaimana cara agar kita bisa menekan keinginan tersebut atau mengalihkan perhatian agar pikiran kita tidak tertuju pada “Beli gamis, beli gamis, beli gamis”?

Beberapa hal di bawah ini, bisa kita lakukan untuk mengalihkan perhatian atau menekan keinginan akan hal tersebut.


1 | Mengalihkan dengan Hobi


Kalau tidak punya hobi, maka harus mencari kebiasaan yang paling disukai. Jangan bilang hobinya belanja ya, sama saja dong, hehe. Jadi, bisa banget nih mengalihkan perhatian dengan hobi. Sama seperti kemarin ketika pikiran saya penuh dengan “Beli gamis”, akhirnya keinginan itu tertekan dan hilang karena melakukan hobi saya, yaitu memotret.

Iya setelah dua hari saya kepikiran mengenai membeli gamis di PGS, akhirnya hari Senin pagi saya memutuskan untuk menggelar kain alas foto saya dan mulai memotret. Terserah mau memotret apa, yang jelas sampai pikiran dan keinginan untuk kembali ke PGS tidak ada. Usai memotret dan melihat hasil dari memotret pagi itu, hati saya senang dan pikiran untuk kembali ke PGS hilang.

Memang tidak sepenuhnya hilang, tetapi paling tidak sudah tidak menganggu saya lagi. Ada hal positif lain yang bisa saya lakukan, dibanding motoran panas-panas ke PGS untuk mengeluarkan uang saya.

Benar-benar galih hobi kalian, alihkan ke arah lebih positif. Cari terus hal yang lebih menyenangkan daripada berbelanja, yang akhirnya akan berujung pada penyesalan. Ya memang, setelah membeli baju atau gamis, kamu akan merasa tenang dan puas. Tapi dampaknya adalah pakaianmu menumpuk di lemari dan tabungan kamu terkuras.

2 | Mengalihkan dengan Pekerjaan


Kalau kamu pekerja lepas, berarti harus “bikin” pekerjaan sendiri lebih banyak. Untuk kamu pekerja kantor, maka kerjakan sesuatu lebih banyak lagi, kalau perlu bantu pekerjaan temanmu, hehe. Yah, dengan mengalihkan perhatian dengan pekerjaan akan memberikan keuntungan lebih. Pekerjaan hari selanjutnya akan lebih santai, lebih akrab dengan teman, untuk yang pekerja lepas akan lebih banyak pundi-pundi uang.

Kalau memang tak ada pekerjaan yang bisa dikerjakan, maka sibukkan diri dengan belajar. Mencari hobi baru atau hal-hal positif lainnya. Intinya, jangan sampai ada pembahasan “Beli mobil, Beli gamis, dst”.

3 | Mengalihkan secara Rohani


Kita juga bisa mengalihkan perhatian, pikiran dan menekan keinginan secara rohani. Kita bisa membaca Al-Qur’an lebih lama atau sholat sunnah. Selain bisa mengalihkan pikiran pun bisa membuat hati adem serta menambah ketaqwaan kita.

Beberapa hal di atas bisa kita lakukan untuk menekan keinginan dan jangan sampai deh, ketika kita berusaha menekan keinginan dan mengalihkan perhatian, kita justru melakukan hal di bawah ini.

Hindari

Membuka situs jual beli

Membuka situs jual beli atau ecommerce justru akan memupuk keinginan untuk membeli baju. Apalagi, ketika menemukan model baju seperti yang kita inginkan. Lalu, kita lari ke instagram dan menemukan selebgram yang memakai setelan gamis yang cantik. Duh, kalau seperti ini, kapan bisa menekan keinginan?

Jalan-jalan ke mal

Jalan-jalan boleh saja, asal tidak ke pusat perbelanjaan. Kalau jalan-jalan ke mal, yang ada kita akan tetap membeli baju dan justru akan lebih mudah dijangkau. Yah, lebih baik di rumah dahulu, sampai keinginan kita membeli baju hilang tak bersisa.

Membeli pakaian sudah termasuk kebutuhan sekunder, kebutuhan yang baru bisa dipenuhi setelah kebutuhan primer. Jadi, kita tak akan mati kelaparan atau sakit hanya karena tidak membeli gamis. Yah, meskipun awalnya akan menyita pikiran kita untuk beberapa saat.





1 komentar:

  1. Setuju, Teh.
    Memang sih sebagai manusia yang namanya beli ini itu mah pasti pengen. Tapi yang namanya keinginan bukan berarti kebutuhan ya, Teh. Thank for sharing.

    Btw, salam kenal ya, Teh Wulan :)

    BalasHapus

Komentar akan dimoderasi terlebih dahulu. Hanya memastikan semuanya terbaca :)

Usahakan berkomentar dengan Name/URL ya, biar bisa langsung BW balik saya ^^