9 Okt 2018

Solusi Agar Air Mineral Gelas Tidak Mubazir, Pakai Ukuran Kecil. Tapi, Bagaimana Dengan Sampahnya?



Solusi Agar Air Mineral Gelas Tidak Mubazir, Pakai Ukuran Kecil -Seorang teman di linimasa facebook, membuat status, dia mencari air putih gelas ukuran kecil. Mengingat kita seringkali meminum air gelas ukuran pada umumnya, hanya sedikit, sisanya terbuang. Mubazir. Lalu, ada beberapa yang berkomentar, “Menambah sampah saja.” Dari situ, yang awalnya memakai air putih gelasan ukuran kecil yang merupakan solusi; agar air tidak mubazir, saya mulai memikirkan masalah baru; penumpukan sampah plastik.

Selalu ada dua sisi dari sebuah pilihan. Risikonya tentu saja tergantung kita sendiri bagaimana menyikapinya. Mau dilihat dari sisi “kita tak boleh menyia-nyiakan makanan dan minuman” atau dari sisi “sampah plastik sulit untuk terurai”. Jadi, kita lihat kembali dari beberapa sisi tersebut, mana sih yang paling pas untuk diprioritaskan dan mana yang menjadi urutan kedua.

Karena membaca status teman saya ini, akhirnya saya mengirim pesan kepada K, mengenai hal ini. Mengenai hubungan kami, hem, maksud saya mengenai masalah baru yang timbul akibat bertambahnya sampah plastik karena kemasan air minum gelasan berukuran kecil.

Bayangkan saja, apabila kita tidak cukup untuk membunuh dahaga dengan air minum berukuran 115-150 ml ini, tentunya kita akan mengambil kembali, meminumnya, apabila masih belum cukup juga kita akan mengambil kembali. Jadi, sudah ada tiga gelas plastik untuk diri kita sendiri. Lalu, apabila orang lain melakukan hal yang sama, katakan biasanya cukup 30 gelas plastik, kemudian dikalikan tiga. Hem, cukup meresahkan.


Walikota Surabaya sendiri, Bu Risma Tri Rismaharini, memberikan solusi untuk mengurangi sampah plastik yaitu dengan diadakannya Bus Sampah Surabaya, yang untuk menaikinya harus membayar dengan sampah plastik yaitu botol air mineral.

Langkah ini sudah cukup bagus untuk mengatasi menumpuknya sampah plastik, namun selalu muncul masalah baru pada setiap pilihan. Sudah risiko. Bagaimana kalau orang-orang menjadi lebih banyak membeli botol minuman, demi naik bus ini? Sebuah pertanyaan yang sulit dijawab. Namun, ada cara lain untuk menjawabnya. Bukan dengan kita mengais-ngais sampah mencari botol plastik, lho.

Salah seorang teman di grup blogger mengatakan, “Wah, stok botol plastikku habis. Entek.” Lalu, salah seorang menimpali,”Gampang. Duduk-duduk aja di Indomaret, 30 menit sudah dapat banyak botol plastik.”

Oke, kembali ke masalah air mineral dengan gelas ukuran kecil tadi.

Seperti yang kita ketahui, seringkali pada kajian, acara-acara, atau suguhan untuk tamu ketika lebaran kebanyakan menggunakan gelas air mineral ukuran normal dan kebanyakan pasti ada yang tidak habis. Terkadang, justru terlihat masih penuh. Kita mau menghabiskan juga sudah tak bisa, karena bekas orang – hehe. Mengatasi hal ini, keluarlah gelas air mineral ukuran mini, kemudian muncul masalah sampah plastik tadi.

Masih terasa segar dalam ingatan, ketika saya mengikuti kajian, usai kajian kami tak langsung pulang. Mengobrol dan melakukan selfie (xoxo), lalu teman saya haus. Mau minta air mineral lagi, namun kita sudah tak melihat kardus berisi air mineral. Kemudian, kami melihat gelas air mineral berada di sebelah dinding. Teman saya mengambil gelas tersebut, karena terlihat penuh dan utuh. Nyantanya? Sudah berlubang.

Melalui perbincangan via chat dengan K, ada beberapa solusi yang mungkin bisa dipertimbangkan, meskipun akan muncul masalah baru lagi.

Menyediakan Air Galon Ketika Kajian


Menurut, K, mending ketika kajian atau acara tertentu disediakan air galon dan dispenser, agar hanya orang yang haus saja yang mengambil minum. Lalu, saya bertanya,”Menyediakan banyak gelas dong?”

Dia menjawab,”Beberapa saja.”

“Sulit,”jawab saya.

Tentunya, banyak orang yang enggan minum dari gelas bekas orang lain, meskipun itu perkumpulan laki-laki. Ditambah lagi, ketika banyak orang yang ingin minum, cenderung akan mengantre.Lalu, kalau acara tersebut ada makan bersama bagaimana? Tentu, semakin sulit. Mau tak mau harus menyediakan banyak gelas, akhirnya cucian menumpuk. Padahal, adanya air mineral gelas plastik bertujuan untuk memudahkan kita. Agar tidak perlu menumpuk cucian  dan tak perlu menyediakan banyak gelas.

Selain masalah di atas, disediakannya dispenser pun membuat orang enggan untuk minum. Mau minum sungkan, nggak minum haus. Biasanya sih, ini dari kaum perempuan. Pasti juga karena faktor malas untuk mengambil air juga. Begitu?

Pakai Botol Air Mineral Ukuran 330ml


Ini ide dari salah satu komentar di status teman saya mengenai air mineral. Kasih saja botol air mineral ukuran kecil, paling kecil. Jadi, kalau mereka tidak habis meminumnya, mereka bisa kembali menutup botol air mineral dan membawanya pulang.

Idenya cukup bagus, bagus sekali malahan. Di sisi lain, tak akan menambah bank sampah, pun air mineral tak akan mubazir terbuang. Dan lagi, sampah botolnya bisa digunakan untuk naik bus sampah Surabaya, hehe.

Nah, yang menjadi permasalahannya justru dari pihak penyelanggara atau dari tuan rumah. Apakah bujet mereka ada untuk memberikan kita air mineral botol? Apabila menggunakan air mineral gelas yang ukuran 220ml kita mengeluarkan dana sekitar 32ribu untuk 48 gelas, sedangkan untuk air mineral botol ukuran 330ml, harganya sekitar 2200/botol. 2200 dikalikan 48, hem. Sudah tak usah saya sebutkan berapa. Tentunya, akan mengeluarkan biaya jauh sangat mahal, sedangkan untuk acara kajian dan semacamnya dananya terbatas.

Dari pilihan di atas, nampaknya tidak menemukan titik cerah di mana solusi yang mendekati sempurna. Ya, apa pun pilihannya, yang jelas tentukan prioritas, mana yang lebih diutamakan mana bisa dinomorduakan.

Mungkin solusi terbaik ialah, ke mana-mana kita membawa botol air minum sendiri? Selain akan mengurangi sampah plastik pun kita bisa berhemat. Betul?



12 komentar:

  1. Ya memang lebih baik membawa botol minuman sendiri yang sudah dipersiapkan di rumah.
    Selain tidak menambah sampah, kita juga bisa mengira-ngira seberapa banyak air yang akan kita butuhkan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah betul, karena kita sendirilah yang paham kebutuhan diri sendiri.

      Hapus
  2. Tergantung dari orangnya masing-masing sih mbak, lagian setiap kemasan minuman itu kan ada takarannya masing-masing. Kalau kita bisa memahami kebutuhan air minu yang kita butuhkan, insyaalloh sih gak akan nambah banyak sampah.

    BalasHapus
  3. Saya juga sering banget tuh melihat banyaknya sampah botol bekas air minum plastik di pinggir-pinggir jalan, apalagi kalau sehabis acara-acara tertentu, mirisnya lagi ada yang air minumnya masih setengah penuh.

    BalasHapus
    Balasan
    1. setengah penuh itu seperti apa ya mbak? hehe

      Hapus
  4. Kesadaran masing-masing orang sih mbak :)

    BalasHapus
  5. Prihatin banget sih kalau ada bekas botol minuman yang di buang tapi terlihat airnya masih banyak.

    BalasHapus
  6. Antisipasinya ya memang lebih baik bawa botol sendiri mbak, kita tinggal beli saja merk air mineral yang kemasannya galon.

    BalasHapus
  7. Udah baca panjang-panjang. Penjelasan gini gitu, solusinya ternyata simpel banget. "Bawa Air Sendiri." Berasa baca artikel klick bait. wkwkwk :v

    BalasHapus
  8. Di RT saya tiap bulan ada bank sampah. Jadi kemasan air mineral atau sabun, minyak dll dikumpulin, disetor ke bank sampah dan dijual ke pengepul.

    BalasHapus
  9. Iyup, solusi yg bisa kita lakukan atau mulai dari diri sendiri adalah bawa botol minum saja. Selain lumayan karena bisa menghemat sekian ribu, juga bisa mengurangi sampah botol plastik.

    BalasHapus

Komentar akan dimoderasi terlebih dahulu. Hanya memastikan semuanya terbaca :)

Usahakan berkomentar dengan Name/URL ya, biar bisa langsung BW balik saya ^^