6 Nov 2018

Daripada Berkeluh Kesah di Media Sosial, Lebih Baik Jualan Online Saja

taken from pexels.com


Kita bisa menjadi siapa saja di media sosial, bahkan kita bisa menjadi orang lain atau kehidupan seperti yang kita inginkan. Bukanlah hal yang pantas apabila membagikan sesuatu di media sosial mengenai masalah pribadi, terutama pertengkaran suami istri. Bukan sekadar mengenai pantas dan tidak, pun kita yang membacanya akan merasa risih.

Unfriend atau unfollow

Kita bisa saja memilih salah satu hal di atas, saya pribadi memilih unfollow, bersyukur facebook sekarang memiliki fitur tersebut. Coba saja tidak, mungkin kita akan merasa tersiksa dengan postingan-postingan sumpah serapa seseorang di facebook karena tidak enak untuk membatalkan pertemanan di facebook, takut memperburuk pertemanan di dunia nyata.

Sumpah serapah yang dilontarkan kawan saya tersebut, ditujukan pada suaminya, bahkan ibu mertuanya. Jelas-jelas, ia menuliskannya di media sosial. Bertengkar di sana. Saya pun meluangkan waktu untuk menghubunginya lewat jalur pribadi. Dia masih saudara saya, saudara jauh dari Lelaki Melankolis.


                “Hei, kalau kesal sama suami kamu, jangan diumbar di media sosial,”kataku. “Sini, curhat aja sama aku.”

Dia sempat berkata iya, mengungkapkan uneg-unegnya barang beberapa patah kata. Sayangnya, ia melakukannya lagi dan lagi. 

                “Daripada kamu marah-marah begitu, mending jualan aja di media sosial. Cari rezeki lewat situ,”kataku lagi, di kesempatan yang berbeda.

                Sayangnya, dia masih melakukan hal serupa. Sumpah serapah tak henti-hentinya ia tuliskan di beranda facebooknya, maka saya akhirnya menekan tombol unfollow.

                Di lain kesempatan, ternyata dia berganti akun facebook. Dia mengundang saya untuk berteman di dunia maya. Selama berhari-hari, mungkin juga minggu-minggu, saya tak kunjung menekan tombol konfirmasi. Yah, saya takut status-statusnya masih serupa. 

                Lalu, ia mengirimi saya pesan masuk, meminta untuk menerima pertemanannya. Saya pun menekan tombol konfirmasi. 

                Kenapa saya menuliskan cerita yang receh sekali ini? Lantaran, kawan saya sekarang sudah berbeda dari yang dulu. Sekarang, dia rajin posting jualan online shop miliknya. Saya hampir tak pernah melihat statusnya yang tak enak dibaca. Saya bersyukur, dia sudah tak suka mengeluarkan sumpah serapah, entah untuk siapa. 

                Buat kamu, yang kesal apabila melihat berandamu penuh dengan postingan jualan seorang teman facebook, kamu harus bersyukur. Kamu tak perlu membaca kalimat-kalimat kasar, sekadar dagangan saja yang kamu lihat. 

                Kini, teman saya bisa menjaga cela keluarganya, dengan tidak mengumbar. Pun, dia bisa membantu keuangan keluarga, atau keuangan diri sendiri. 

                Dia sedang memperjuangkan kebahagiaannya dan berusaha untuk tak selalu bergantung pada suami.

1 komentar:

  1. Saya setuju, sosial media memang efektif sekali untuk dipakai untuk berjualan online. Dan orang yang biasanya berani berjualan di profilnya sendiri, berarti telah melewatkan rasa malu untuk berjualan.

    BalasHapus

Komentar akan dimoderasi terlebih dahulu. Hanya memastikan semuanya terbaca :)

Usahakan berkomentar dengan Name/URL ya, biar bisa langsung BW balik saya ^^