Dec 26, 2018

Ada Hal Magis Dalam Mug Favorit - Alasan Kenapa Saya Suka Mug





Ada Hal Magis Dalam Mug Favorit - Alasan Kenapa Saya Suka Mug - Sekembalinya saya ke kosan, saya menuju dapur, ingin menyeduh kopi dengan cangkir berkelir hitam penuh yang baru saya beli di Daiso Tunjungan Plaza Surabaya beberapa hari sebelum saya pulang kampung. Betapa kesalnya saya, ketika tidak mendapati cangkir tersebut di rak dapur dan hanya menemukan cangkir berkelir putih milik saya dan beberapa cangkir dengan “merek” suatu produk.

Saya dongkol, tidak jadi menyeduh kopi.

Saya pun kembali ke kamar, tetap menghadap komputer jinjing. Lalu, saya pun curhat ke grup pribadi yang hanya berisi 5 orang.

“Aku kesel, mug hitamku nggak ada. Pasti adik kos yang pakai, terus nggak dicuci,”tulisku. 


Yah, saya punya adik kos yang suka sekali pakai mug-ku. Sejak dia masuk ke kosan ini, dia suka pakai mug-ku yang putih, yang masih ada di rak. Saya yakin, mug hitamku pun dia pakai dan sekarang masih ada dalam kamarnya. 

Ini sudah sering terjadi. 

Kenapa saya harus seheboh ini, dengan masalah begitu sepele? 

Setahun lalu, saya memutuskan untuk indekos di Waru, Sidoarjo. Pertama menempati kamar, saya mendapatkan gelas plastik , teko plastik, dan nampan plastik. Tentu saja, saya kurang suka dengan gelas plastik dan beberapa peralatan dapur lainnya, sehingga saya pun langsung mencari dan membeli mug putih di Royal Plaza. 

Sebenarnya, bisa saja saya ketika pulang membawa mug dari rumah. Tapi, karena sayang saya pun membeli baru. Ah, pasti alasan saja biar mug saya nambah, haha. 

Maka, mug putih tersebut yang menemani saya ngopi di kosan selama berbulan-bulan, sampai saya menemukan mug berkelir hitam kelam di Daiso. 

Alasan Kenapa Suka Membeli Mug

Mug atau cangkir yang saya beli, kebanyakan keramik dan ada beberapa buah yang dari enamel. Tentu saja, saya tidak membeli yang dari plastik, karena kurang cakep, hehe. Alasan kenapa saya suka membeli mug, bahkan sulit mengendalikan diri untuk tidak beli, hanya ada dua alasan, yaitu:

Untuk Properti Foto

Hampir setiap foto-foto saya, ada cangkir atau mug yang nongol. Memang, sejak dulu saya suka memotret mug, dengan ala-ala dipegang atau flat lay. Tentunya, agar tidak monoton dengan mug itu-itu saja atau cangkir itu saja, saya jadi hobi membeli mug. Bahkan, saya sulit menahan diri untuk nggak beli. 

Saya sendiri tidak bisa menghitung, berapa tepatnya mug dan cangkir yang saya miliki. Entah itu di kosan ataupun di rumah. Yah, anggap saja ini menabung untuk melengkapi kalau punya rumah kelak. Hehe.

Ada Sisi Melankolis

“Kalau pakai mug-nya Mbak Wulan, rasa teh-nya lebih enak,”begitu kata adik kos.

Memang, saya pun merasakan hal serupa. Ada hal magis yang membuat rasa kopi saya lebih nikmat, ketika menikmati dengan cangkir kesukaan. Ada sisi melankolis yang tercipta ketika melihat kepulan asap dari cangkir yang saya gunakan. 

Hujan, buku, dan kopi dalam genggaman ~ 

Selang beberapa lama, ketika adik kos pulang, mug berkelir hitam saya kembali ke dapur. Karena kejadian ini, saya membelikan mug untuk adik kos saya tersebut, beberapa hari kemudian dia mengirim saya chat, ketika saya berada di kampung halaman.

“Mbak Wul, mug dari sampean aku pecahin. Hikz.. hikz...”

1 Comments:

  1. Mungkin adik kosnya mau bilang gini... "tadi mugnya hampir jatuh.. terus aku jatuhin aja sekalian 😁

    ReplyDelete

Komentar akan dimoderasi terlebih dahulu. Hanya memastikan semuanya terbaca :)

Usahakan berkomentar dengan Name/URL ya, biar bisa langsung BW balik saya ^^