Jan 15, 2019

Manfaat dan Keuntungan Ngekos ketika Kuliah



Manfaat dan Keuntungan Ngekos ketika Kuliah - Banyak sekali keuntungan ngekos yang saya rasakan sampai saat ini. Bahkan mungkin, manfaat ngekos ini sangat memberikan perubahan besar dalam hidup saya. Saya mulai indekos ketika berusia 19 tahun, di mana saat itu saya baru saja lulus SMA dan berkuliah di Surabaya. Saya masih ingat betul hari pertama saya ngekos, waktu itu menjelang bulan puasa tahun 2009.

“Karena kamu sudah resmi menjadi anak kos, Tante tunjukkan sandi kos,”begitu ujar Ibu Kos saya, yang ingin dipanggil “Tante” alih-alih ibu.

Saya tak bisa membayangkan, apa yang terjadi dengan diri saya apabila ketika kuliah saya tidak memilih ngekos. Tetap tinggal bersama kedua orang tua, dengan kehidupan sama seperti sebelumnya. Hanya berbeda pendidikan saja. Jelas, karakter kita terbentuk oleh lingkungan dan pola pikir. 

Kamu adalah siapa saja yang berada di sekitarmu. 


Saya pernah mengikuti majelis ilmu, ketika itu bertema mengenai memilih jodoh. Ustaz yang mengisi majelis ilmu saat itu berkata,”Kalau ingin tahu bagaimana calonmu, lihatlah orang-orang di sekitarnya.”

Intinya, kamu terbentuk oleh lingkunganmu dan bagaimana kamu berpikir. Sedikit banyak, kamu akan terpengaruh.

Makanya, saya sangat merasa banyak terbantu dengan keputusan saya ngekos beberapa tahun yang lalu.Karena memang berkuliah di UNESA atau di Surabaya, maka saya kos di Surabaya dekat dengan kampus.

Berikut ini, saya membagikan manfaat dan keuntungan ngekos, dari apa yang pernah saya alami selama bertahun-tahun dan bertemu dengan orang-orang baru, tidak dikenal sebelumnya.

Manfaat dan Keuntungan Ngekos untuk Kehidupan

Lebih Mandiri

Mandiri di usia dewasa muda, bukan berarti mandiri dalam arti sepenuhnya. Kamu mungkin saja masih meminta uang kepada kedua orang tua untuk kuliah, kos, dan jajanmu. Namun, dengan indekos kamu akan lebih mandiri dalam beberapa hal. Misalnya, kamu biasanya untuk makan, tinggal ambil piring, centong nasi dari penanak nasi, ambil laukpauk dari lemari, lalu makan. Nah,kalau kamu ngekos, kamu tidak akan seperti itu.

Ketika lapar melanda, kamu akan memiliki effort lebih untuk itu. Bisa dengan keluar indekos terlebih dahulu untuk beli makan di warung atau kamu justru mau repot-repot masak, walaupun sekadar masak mi instan.

Kalau Te bilang,”Masakannya anak kos, mi instan!”

Hal menarik yang saya ingat ialah ketika ada penjual makanan lewat depan kos, "Teeeeee......"teriaknya. Saya kebingungan, ini jualan apa, sih?

"Itu jualan sate, ya?"

"Iyalah, masa itu manggil Te?"jawab Tante. 

xoxo.

 
Bertemu Banyak Karakter

Sebelumnya, kamu tinggal dengan keluarga kamu sendiri. Orang-orang yang karakternya kamu kenal sejak kecil. Karakter mereka tidak akan jauh berbeda denganmu. Mulai dari kebiasaan, makanan kesukaan, tontonan, dll. Karena kamu dibesarkan oleh lingkungan keluarga kamu itu, sehingga begitulah karakter kamu terbentuk. Dengan indekos, kamu akan bertemu orang-orang yang benar-benar berbeda jauh denganmu. Bukan sekadar mengenai tempat tinggal, melainkan pun mengenai kebiasaan. Bahkan, baik dan buruk teman satu kosmu, kamu akan tahu.

Bertemu dengan teman indekos dengan teman sekolah atau kampus berbeda lho. Kamu bertemu dengan teman kampus hanya dalam kurun waktu beberapa jam saja. Urusannya juga mengenai urusan kuliah saja. Namun, apabila kamu indekos, kamu akan berurusan mengenai kebersihan indekos, masak, iuran untuk beli galon ataupun gas, dll. Pada sisi inilah, kepekaan kamu akan diuji. Tentu saja, kesabaran kamu juga. Apalagi teman indekosmu, teman satu kelasmu juga.

Selamat menikmati “Lo lagi, Lo lagi!”

Lebih Bertanggungjawab

Dulu, ketika selesai menggunakan piring (makan), saya menaruh piring di tempat cuci piring saja. Tentu saja, saya membebankan tanggungjawab mencuci piring kepada ibu. Sebagaimana saya membebankan tugas masak kepada beliau. Ketika indekos, kamu tidak bisa bersifat seperti itu lagi. Piring, wajan, dan peralatan dapur lainnya yang kamu gunakan, adalah tanggungjawab kamu sendiri. Tidak ada tuh yang akan mencuci benda-benda bekas kamu pakai.

Tak hanya mengenai urusan dapur saja, apabila kamu satu kamar dengan temanmu yang lain, urusan kebersihan kamar dan indekos juga menjadi tanggungjawab bersama. Dulu, tak jarang saya bertengkar mengenai kebersihan kamar dengan teman saya, sampai-sampai diem-dieman berhari-hari karena pada berantem karena tidak membuang sampah. Hehe.

Dan yang lebih penting lagi, bertanggungjawab dengan diri sendiri. Kamu jauh dari keluarga dan orang tua, itu berarti kamu harus bisa bertanggungjawab pada diri sendiri dengan menjaga diri dari pergaulan yang tidak benar. Bisa dibilang, manfaat ngekos adalah mendidik kamu menjadi dewasa, karena kamu bukan remaja lagi.

Bisa Belajar Mengatur Keungan

Meskipun sumber utama keuangan kamu murni dari orang tua, kamu juga bisa belajar mengatur keuangan. Pastinya kamu diberi jatuh sekian ribu dalam seminggu atau sebulan untuk uang jajan, kan? Mau tak mau, kamu harus bisa mengatur keuangan kamu sendiri dalam jangka waktu tersebut. Berbeda ketika SMA, yang setiap hari mendapatkan uang saku hanya untuk hari itu saja. Ketika kuliah dan indekos, saya dikasih jatah 100ribu untuk seminggu. Nah, pintar-pintarnya kamu nih bagaimana menghemat uang tersebut, agar cukup untuk keperluan kuliah (print, fotokopi, dll), jajan, dan makan. 

Kalau kamu mau mencari tambahan uang jajan, itu lebih bagus lagi. Saya dulu nyambi dengan jualan online dan Alhamdulillah saya merasa kaya raya waktu itu, hehe. Di sini, kamu akan belajar bagaimana mengelolah keungan dengan bijak.

Belajar Mengendalikan Diri

Dengan jatah uang seminggu 100ribu, saya harus belajar mengendalikan diri untuk tidak beli ini itu. Yah, karena kalau sampai sembrono belanja ini itu, bisa saja uang tersebut tidak sampai seminggu, kan? Tak hanya mengenai mengendalikan diri dalam keuangan, pun mengenai mengendalikan diri dari emosi.

Ketika indekos, kamu bertemu banyak karakter, tentunya sedikit banyak kamu akan bertengkar dengan teman satu kos atau bahkan dengan ibu kos. Ada beberapa hal yang akan membuat kalian salahpaham dan sampai akhirnya harus mengadakan pertemuan dan membahasnnya. 

Selain itu, kamu harus bisa mengendalikan diri untuk tidak ikut dalam pergaulan yang merugikan kamu sendiri. Karena kamu jauh dari rumah, dirimu adalah tanggungjawab kamu sendiri. 

Manfaat ngekos buat saya banyak sekali, dilihat perubahan saya pada masalah kebersihan, belajar memasak dan mengatur keuangan. Meskipun pasti ada keuntungan dan kerugian ngekos, tetap saja manfaatnya lebih terasa, lho.

1 Comments:

Komentar akan dimoderasi terlebih dahulu. Hanya memastikan semuanya terbaca :)

Usahakan berkomentar dengan Name/URL ya, biar bisa langsung BW balik saya ^^