Apr 5, 2019

Kelas Pra-Nikah (2); Memulai Keluarga Baru Islami


Pada kelas pra-nikah sesi pertama membahas mengenai Manajemen Ekonomi Keluarga. Di mana ekonomi keluarga yang sesuai Agama Islam adalah dengan hidup sederhana. Tidak sekadar menghemat dana saja, pun dalam memilih hal-hal tertentu. Untuk sesi kedua, kami membahas mengenai Memulai Keluarga Baru Islami yang diajarkan oleh Ust. Muhammad Zubairi, ST.

Bidayaul Usroh Al Islamy atau Memulai Keluarga Baru Islami tema di mana Ust. Muhammad Zubairi, ST membahas sebuah pertanyaan, kenapa harus menikah? Sebuah pertanyaan yang selalu ada di kepala saya. Kenapa kita harus menikah? Toh, hidup tanpa menikah pun bisa saya lakukan. Yah, meskipun di luar sana akan banyak orang yang akan bertanya kepada saya, kenapa tidak menikah?

Saat mendapatkan pertanyaan,”Kenapa tidak menikah?”apakah pernah berpikir menjawab dengan pertanyaan, “Kenapa harus menikah?”


Mengapa Harus Menikah?


Banyak faktor yang mendasari, kenapa kita harus menikah. Tentu saja, selain faktor agar memiliki teman hidup, meringankan beban, membuat hati tenang, dan teman di masa tua. Agama Islam memiliki beberapa alasan kenapa kita harus menikah.

Semoga kamu yang berpikiran untuk tidak menikah terburu-buru seperti saya, mulai memikirkan pernikahan ya. Yah, meskipun saya belum 100% memikirkan hal ini. Paling tidak, kita bisa belajar bersama, memahami orang-orang di luar sana kenapa mereka menikah.

1# Menikah itu Sunnah Nabi


Contoh pernikahan yang sukses adalah pernikahan Nabi Ibrahim. Apabila ingin pernikahannya sukses, maka ikuti jalan orang-orang sukses. Banyak contoh nabi yang menikah. Sehingga, menikah itu sunnah. Kita tahu, bahwa sunnah bisa dikerjakan, bisa tidak. Apabila dikerjakan kita mendapatkan pahala, apabila tidak dikerjakan ya tidak apa-apa. Namun, alangkah baiknya dikerjakan karena ada alasan kedua. 

2# Menikah itu Separuh Agama


Menikah untuk menggenapkan agama. Ust. Muhammad Zubairi, ST mengatakan, sebanyak apa pun amal kita, kalau belum menikah itu masih separuh. Sehingga, apabila sudah mampu menikah, segeralah menikah. Hehe. 

Kalau lelakinya sudah mampu menikah, namun banyak alasan, bagaimana, Ustaz? Hehe.

3# Menikah itu Pertolongan Allah


Dengan menikah pun, menjadikan hal yang sebelumnya haram dan berlumuran dosa, menjadi halal. Berhubungan suami istri atau melakukan hubungan seks. Benar, kan? Apabila melakukannya di luar pernikahan itu merupakan zina yang dosanya teramat besar, namun bila dilakukan setelah pernikahan akan menjadi pahala, hehe.

Selain hal di atas, pernikahan juga memberikan jalan kemudahan kepada kita. Seperti yang saya sebutkan di atas, salah satunya adalah membuat hati tenang.

4# Menikah itu Jalan Rezeki


Pernikahan itu penuh lika-liku, bukan sekadar menyatukan aku dan kamu, tetapi juga menyatukan dua keluarga, dua kepala dan dua kebiasaan. Hanya untuk orang-orang yang pemberani saja. Pernikahan juga membuka pintu rezeki. 

Bagaimana Pernikahan itu?


Setelah mendapatkan alasan kenapa harus menikah, maka sekarang pertanyaan bagaimana pernikahan itu? Tentunya, kita bertanya-tanya bagaimana sebuah pernikahan yang baik itu. Seperti apa sih, pernikahan yang menjadi jalan yang tepat. 

Kata Ust. Muhammad Zubairi, ST, pastikan pernikahan tersebut bermanfaat, barokah dan penuh dengan asmara atau cinta kasih. Ada beberapa hal yang bisa kita perhatikan dari sebuah pernikahan. Saya catat di bawah ini ya.

1# Pernikahan itu Tanda Kebesaran Allah


Katakan kamu sedang memiliki seorang kekasih dan kamu marahan dengan si dia. Dan, pasti kemungkinan untuk berpisah selamanya adalah hal yang pasti. Belum ada ikatan dan dia mudah melepaskan. Berbeda dengan pernikahan, karena kamu sudah memiliki ikatan. Semarah apa pun kamu dengan pasangan kamu, kemarahan itu akan mereda.

Pasangan kamu adalah ayat-ayat Allah, semarah apa pun tidak akan menyakiti.

2# Kesejiwaan


Pernikahan yang indah adalah adanya kesejiwaan. Ikatan kimia di antara kamu dan pasangan kamu. Merasa cocok satu sama lain. Inilah yang membuat kalian tak terpisahkan.

3# Berpasangan


Apabila banyak tidak kecocokan, kamu harus paham dua hal di bawah ini:

- Hal-hal berbeda selamanya tidak akan sama

- Hal-hal berbeda yang bisa dikompromikan

Saya pernah mengikuti kajian keluarga di ITS. Pematerinya pun mengatakan hal serupa. Bahwa, tidak ada dua orang yang benar-benar cocok, apalagi cara berpikir perempuan dan laki-laki itu berbeda. Tidak ada orang yang benar-benar cocok, yang ada hanyalah saling mencocokkan. Maka, lihat terlebih dahulu ketidakcocokan berasal dari mana? Diskusikan, kalau tidak bisa dibicarakan maka, terimalah. 

Dua gambar di bawah ini merupakan isi pikiran laki-laki dan perempuan. Dari gambar ini, sudah jelas mana yang paling penting bagi laki-laki dan mana yang paling penting bagi perempuan. Maka, penuhilah yang terbaik apa yang masing-masing diinginkan.




4# Sakinah (ketenangan jiwa)


Pernikahan memberikan ketenangan jiwa. Ada seseorang yang dengan setia menemani dan menenangkan jiwa dan hati kita. Adapun yang harus diperhatikan adalah, kita harus mampu menjaga kesucian diri sampai “akad”, membangun ikatan batin yang dalam dan senantiasa cenderung dalam hati dan akal.

5# Mawadda (Ragawi/Nafkah Batin)


Mawadda atau nafkah batin, tentunya adalah sepaket dalam pernikahan. Pada malam pertama, hendaklah melakukan sholat terlebih dahulu bersama pasangan, sebelum melakukan ibadah selanjutnya. Bagi perempuan, jangan lupa berhias untuk suami ya.

6# Rahmat


Dalam pernikahan diberikan kasih sayang di keduanya, bersama-sama menuju surga-Nya. Saya dari dulu ingin hal semacam ini, berproses bersama, saling mengingatkan dan berjalan bersama untuk mencapai ridho-Nya. Dan, dijadikan kami jodoh dunia akhirat. 

Semoga saya segera mendapatkan pendamping hidup, hehe.

Sesi Tanya Jawab


Ada pertanyaan dari salah satu peserta Pra-Nikah. 

Bagaimana move on dari pernikahan yang gagal?

Saya mencatatnya dalam poin-poin, silakan dicermati ya.

-          Pernikahan itu karunia
-          Niatan dan tekad mukmin yang baik
-          Talak merupakan solusi terakhir
-          Pahami lagi pemahaman mengenai pernikahan

Membangun keluarga baru islami, kenapa disebut demikian? Karena dari pernikahan dua orang mukmin akan terlahir generasi islam yang baru. Dari rahim seorang ibu muslimah, akan ada harapan-harapan baru untuk umat islam. 

Baik. Semoga bermanfaat, sampai jumpa pada pertemuan kedua Minggu depan ya!

1 Comments:

Komentar akan dimoderasi terlebih dahulu. Hanya memastikan semuanya terbaca :)

Usahakan berkomentar dengan Name/URL ya, biar bisa langsung BW balik saya ^^