Jan 9, 2020

Catatan Receh Hari ke-9 di Awal Tahun




Tahun lalu, saya begitu bersemangat menuliskan resolusi keinginan dan pencapaian di tahun 2019. Tahun 2020, saya tidak membuatnya. Karena, ada beberapa resolusi di tahun-tahun sebelumnya yang belum tercapai. Ketika saya menuliskannya kembali di tahun ini, saya akan mengulang keinginan dan target yang sama. 

Saya memulai catatan di awal tahun ini di hari ke-9. Jujur saja, saya tak memiliki keinginan untuk menulis artikel, mengenai apa pun itu. Saya hanya menulis cerita pendek yang saya terbitkan di nonakenanga.com dan akun Wattpad saya. Saya benar-benar tidak memiliki jalan keluar mengenai ide-ide untuk blog ini. Bahkan, perasaan melankolis saya masih benar-benar menguasai. 


Hari ini, saya memulai dengan bangun pagi. Pukul setengah lima. Saya beribadah, lalu mencoba tidur kembali yang lagi-lagi gagal seperti hari sebelumnya. Ketika di rumah, saya dengan mudahnya tertidur kembali usai salat subuh. Di indekos, sulit sekali. Entah kenapa. 

Akhirnya, saya mensekrol linimasa, sembari berusaha untuk tidur. Ketika jam sudah menunjukkan pukul enam pagi, saya bersiap-siap untuk ke pasar yang ada di kompleks indekos. Tak ada masakan khusus yang akan saya buat untuk hari ini, dalam pikiran saya hanya satu; pecel.
 
foto akhir tahun
Di awal tahun, saya menghadiai diri sendiri dengan buku catatan baru. Meskipun, buku catatan sebelumnya masih ada yang tersisa. Tapi, saya tetap membeli yang baru untuk tahun 2020. Saya berharap, dengan sesuatu yang baru seperti buku catatan akan mendongkrak semangat saya kembali. Saya membeli buku catatan dengan sampul bunga-bunga kecil berwarnah peach dengan aksen tepinya berenda. Terlihat begitu vintage, sesuai dengan kesukaan saya. Saya senang sekali dengan hadiah ini. Ditambah lagi, ketika membelinya saya mendapatkan diskon dua puluh persen. 

Selain membeli buku catatan, saya membeli baki untuk oven. Baki tersebut harganya sekitar lima puluh ribu, ternyata ketika di kasir baki tersebut diskon tujuh puluh persen. Saya hanya membayarnya dengan harga enam belas ribu saja. Sungguh, hari itu penuh kejutan. Sepulangnya, saya membeli pastry seharga dua belas ribu, isi lima kue. Betapa terkejutnya saya, bahwa kue tersebut sangat enak. Sayangnya, saya tidak bisa membelinya lagi, karena saya berencana untuk diet kembali.

Apabila kamu pernah membaca cerita diet saya, tentu kalian tahu bahwa sebelumnya berat badan saya mencapai 47kg hampir 46kg dari 58kg. Nah, sekarang berat badan saya naik kembali karena selama liburan akhir tahun, saya makan tanpa kontrol sehingga berat badan saya naik ke 52,2kg. Ah ya, kakak saya menikah akhir tahun kemarin dan otomatis saya memiliki kakak ipar. 

Mengetahui bahwa saya akan melakukan program diet lagi, kawan saya mengajak saya untuk membuat video mengenai kegiatan diet saya. Dan saya setuju. Saya pun ingin membagikannya dengan kalian, tentunya kali ini bukan dalam bentuk artikel, tetapi video. Saya sudah membuatnya mengenai menu hari pertama saya diet. Video saya terinspirasi oleh salah satu Youtubers Korea yang merekam kegiatannya sehari-hari dan video tersebut merupakan video ASMR. 

Sejak pagi, saya sibuk merekam video dengan kamera ponsel saya, kenapa tidak pakai Etro? Dia kurang stabil untuk dipakai membuat video, sehingga saya memutuskan untuk memakai ponsel saja. 

Tentunya, isi video tersebut tidak mengenai saya sejak bangun pagi serta kegiatan apa saja yang saya lakukan seharian. Tapi, mengenai menu makanan diet saya, bagaimana saya mengolahnya. Saya memulai diet sekaligus video itu pada tanggal 07 Januari 2020. Tentunya, tidak setiap hari saya merekam video. Hanya ketika ada menu yang memang bagus untuk divideo. Dan hari ini, merupakan hari ketiga saya memulai diet lagi. Saya senang, karena berat badan saya sudah mencapai 51kg. Itu artinya, saya sudah menghilangkan lemak sebanyak sekilo.

Pada hari ke-9 di tahun 2020, saya mulai menemukan minat kembali. Ide-ide yang bermunculan dan saya menuliskannya di buku catatan baru saya. Rasanya menyenangkan, apalagi setelah saya menulis cerita pendek mengenai Belinda yang juga seorang penulis.

Sekarang sudah memasukki musim hujan, Kawan. Jiwa melankolis saya meronta-ronta, bukan untuk meneteskan air mata justru saya akan pergi ke dapur, menyeduh kopi atau teh dan mulai menulis sembari menikmati suara hujan di luar sana. Ketika hujan turun, entah kenapa saya merasa sangat tenang dan ingin menulis atau membaca.

Ah iya, di awal tahun ini saya berencana membaca 50 buku untuk tahun 2020. Berlebihan ya? Haha. Semoga tercapai. Saya mengawalinya dengan membaca Norwegian Wood karya Haruki Murakami. 

Hampir saja lupa, saya pun membeli seprai berwarna hitam dengan motif bunga-bunga. Ini merupakan hadiah untuk diri sendiri juga. Beberapa waktu lalu, saya terkena insomnia akut dan kecemasan-kecemasan, sampai-sampai saya minum antimo agar mengantuk. Ya, meskipun ketika bangun di pagi hari perasaan saya masih cemas, tetapi sekarang lebih baik.

Banyak hal yang ingin saya ceritakan, untuk kali ini cukup sekian.
 

0 Comments:

Post a Comment

Komentar akan dimoderasi terlebih dahulu. Hanya memastikan semuanya terbaca :)

Usahakan berkomentar dengan Name/URL ya, biar bisa langsung BW balik saya ^^