Cerita Arang: Hal-hal yang Saya Ketahui Mengenai Kucing, Setelah Mengadopsi Arang



Sebelum mengadopsi Arang, di rumah pernah ada kucing. Tiga kali kami memelihara kucing. Kucing pertama adalah Rio, kucing yang saya temukan di tepi sawah. Dia masih sangat kecil kala itu. Bahkan, dia belum bisa berjalan. Waktu itu, saya masih sekolah dasar. Kucing itu saya bawa pulang dan saya beri nama Rio. Sayangnya, karena saya masih anak-anak  serta kucing tersebut masih kecil, saya tidak tahu cara merawat Rio dan akhirnya dia meninggal. 

 

Rio saya kuburkan di bawah pohon nangka, setelah itu saya tidak pernah memelihara kucing lagi. Lalu, bapak membawa kucing pulang. Dia dipanggil Rio juga oleh orang rumah. Kucingnya sangat penurut, cenderung diam. Sampai akhirnya Rio menghilang tidak lama setelah nenek meninggal. Kucing ketiga adalah kucing tetangga yang sering main ke rumah.

 

Setelah bertahun-tahun di rumah tak pernah ada kucing lagi, kemudian bulan Agustus lalu saya mengadopsi Arang. Kucing hitam dengan bulu putih di perutnya. 

 

Tiga bulan bersama Arang, saya mengetahui banyak hal mengenai kucing. Ya, meskipun tidak seluruhnya. Tapi, memiliki Arang dan bergabung dengan grup kucing di facebook, memberikan saya banyak informasi mengenai kucing. Saya akan membuat daftarnya di bawah ini, semoga bisa membantu kamu yang baru mulai memelihara kucing.

Dengkuran Kucing, Tanda Nyaman

 

Sejak memiliki Rio 2, saya sering mendengar kucing mendengkur. Tapi, ketika memiliki Arang baru tahu bahwa itu adalah hal wajar, serta tanda kalau kucing itu nyaman di dekat kita. Terkadang, Arang juga demikian. Saat itulah dia saya elus-elus dan akhirnya di malah rebahan. 

 

Kucing Bisa Berjamur, Kutuan, Flu, Cacingan, dan Luka Mereka Cepat Mengering

 

Saya baru tahu kalau kucing bisa berjamur, serta ada jenis jamur yang bisa menular ke manusia. Beberapa orang di grup kucing cerita kalau kulit mereka gatal-gatal karena terkena jamur dari kucing mereka. Ya, sampai detik ini saya belum pernah tertular dan semoga tidak tertular. Meskipun begitu, saya sudah menyediakan obat jamur untuk Arang.

 

Ternyata, kucing juga bisa kutuan dan kutunya itu sangat kecil. Ada obat khusus untuk menghilangkan kutu mereka. Saya tidak tahu apakah Arang juga kutuan atau tidak, sebab bulu Arang berwarna hitam. Mungkin, bulunya menyamarkan kutu yang dia punya, hehe.

 

Dan lagi, kucing juga bisa batuk dan flu, haha. Sungguh, hal ini membuat saya terkejut. Ternyata ya, flu tak hanya ada di manusia bahkan kucing pun bisa flu. Selama bersama Arang saya hanya menemui dia bersin saja, tidak sampai batuk atau flu.

 

Kucing juga bisa cacingan, Alhamdulillah Arang belum pernah. Di grup kucing sering ada yang bilang muntahan kucing mereka dan pup-nya keluar cacing. Terkadang, ada yang kirim foto dan memang cacingnya besar-besar. Tanda lain kalau kucing cacingan adalah selaput matanya keluar, menutup separuh mata mereka.

 

Arang pernah berantem dengan kucing liar, lehernya berdarah, sedikit sobek. Luka tersebut saya biarkan dan ternyata cepat mengering. Pernah juga ada luka di kakinya, luka tersebut sembuh dengan sendiriya.

 

Kucing Bisa Kentut

 

Hal lain yang membuat saya terkejut adalah kucing juga bisa kentut. Awalnya, di grup kucing ada yang membahas itu. Saya kurang percaya, sih. Tapi, ada saat ketika saya, Arang, dan anak tetangga dalam satu ruangan. Lalu, kami mencium aroma kentut yang sangat tidak enak. Saya menuduh anak tetangga itu, dia menyangkal. Selang beberapa saat, Arang bab baunya tidak enak sekali. Saat itu, saya menyadari bahwa yang kentut tadi adalah Arang.

 

Kucing Suka Membawa Hadiah ke Majikannya

 

Ceritanya Arang sering membawa tikus tangkapannya ke rumah, tikus itu hanya dibuat mainan sama dia, tidak benar-benar dimakan. Seringnya pun, ketika Arang membawa tikus saya tangkap tikus itu dan saya buang. Tentu saja Arang marah, tetapi saya jijik sama tikus, hehe.

 

Kucing Hanya Pup dan Pip di Wilayah Mereka

 

Saya memperhatikan hal ini dari Arang. Dia hanya pup di litterbox yang saya sediakan. Sekebelet apa pun dia. Dia pernah saya pergoki pup di luar, itupun bekas pasir yang saya buang. Dengan kata lain, dia hanya pup dan pip di wilayah Arang sendiri atau aroma dirinya. 

 

Kucing di Siang Hari Tidur dan di Malam Hari Sangat Aktif

 

Arang tidur dari jam sembilan pagi, kemudian bangun sekitar pukul tiga sore. Terkadang, dia juga bangun magrib. Dan pada malam hari, Arang sangat aktif. Saya sering insomnia dan Arang pun belum tidur. Dia berlarian ke sana kemari dan membuat ribut. 

 

Pup Kucing Lembek, Apabila Pakan Diganti atau Tidak Cocok

 

Awalnya, saya memakai makanan oricat kitten, tetapi Arang tidak terlalu nafsu. Ke badan dia juga tidak ada perubahan apa pun. Kemudian, saya coba pakai pakan Maxi. Arang suka sekali dengan makanan barunya. Efek ke badan Arang pun terlihat, dia menjadi berisi dan gemuk. Akan tetapi, perpindahan makanan ini membuat pup Arang lembek. Tiga hari pup-nya mulai normal.

 

Katanya juga kalau pup-nya lembek, makanannya tidak cocok, lebih baik berhenti.

 

Kucing Mengeong Ketika Punya Keinginan

 

Arang jarang sekali mengeong, kalau tidak punya keinginan. Biasanya, dia mengeong ketika saya masukkan kandang. Dia ingin keluar kandang. Kalau mengeongnya lebih keras, berarti dia ingin pup. Pernah kakinya terluka, dia jalannya pincang. Arang terus mengeong minta dimanja. 

 

Kucing Suka Tidur Di Atas Kibor dan Pangkuan

 

Ketika saya bekerja, Arang suka naik ke pangkuan saya. Saat saya sibuk mengetik, dia akan menengadah menatap saya seakan berkata, “Ayo elus saya!”. Terkadang, Arang menyabotase laptop saya dengan tidur di atas kibor. 

 

Arang Suka Main Petak Umpet, Kemudian Ngagetin

 

Arang masih berusia 5 bulan, dia suka sekali main petak umpet. Dia akan bersembunyi, ketika saya atau adik saya lewat dia akan keluar dan menerkam kaki kami. Dia suka main petak umpet, sampai-sampai ayam masku diajak main. 

 

Kucing Tak Suka Air

 

Kucing tidak suka air. Kali pertama Arang di rumah, dia tiduran di pup-nya. Paginya sekitar pukul enam, dia saya mandikan di air keran. Tentu saja dia memberontak, akhirnya tangan saya terkena cakar. Ternyata, ada teknik sendiri memandikan kucing yang memang tak suka air.

 

Arang saya masukan kandang dan saya mandikan dengan air hangat. Memang, dia masih tidak suka, tetapi hanya mengeong-ngeong iba minta jangan dimandikan.

 

Itu dia beberapa hal yang saya ketahui mengenai kucing, setelah mengadopsi Arang. Sejauh ini, memiliki Arang menyenangkan, meskipun dia masih suka cakar dan gigit. Dan lagi, saya harus waspada mengenai benda-benda di atas meja, bisa-bisa dijatuhkan sama Arang.

1 komentar:

  1. Wah arang suka petak umpet ya, lucunya. Liat fotonya arang sepertinya kucing yang menja dan menyenangkan

    BalasHapus

Komentar akan dimoderasi terlebih dahulu. Hanya memastikan semuanya terbaca :)

Usahakan berkomentar dengan Name/URL ya, biar bisa langsung BW balik saya ^^

Diberdayakan oleh Blogger.