Pengalaman Merawat Kucing Muntah Berwarna Kuning dan Diare

 


Sejak mengadopsi Arang bulan Agustus 2020 dia sakit sebanyak dua kali. Sakit pertama sebab dia makan nasi yang dikasih tetangga, sehingga dia muntah. Alhamdulillah saat itu dia langsung sembuh keesokan harinya. Beberapa hari lalu, Arang kembali sakit. Ini sakit keduanya dan benar-benar membuat saya panik. Sebab, tidak seperti sakit sebelumnya, Arang sakit lebih dari sehari dan disertai dengan diare.

 

Sebagai orang yang baru merawat kucing, saya sangat panik dengan keadaan Arang. Dia muntah makanannya, muntah warna kuning, terkadang warnanya bening. Lalu, disusul dengan diare. Saya mencari informasi mengenai kucing muntah berwarna kuning di grup pecinta kucing, banyak yang berkata hal tersebut ciri-ciri sebagai terkena virus. Saya semakin panik ketika banyak pecinta kucing berkata kucing mereka tak bertahan lama. Saya sedih, karakter melankolis saya semakin jadi.

 

Kronologi Arang Sakit

 

Sebagai bahan dokumentasi dan catatan untuk saya sendiri, saya menuliskan apa saja yang terjadi pada Arang ketika sakit dan apa saja obat yang saya berikan padanya. Tentu saja, obat yang saya berikan padanya sesuai dengan saran Mbak Anas yang merupakan pecinta kucing sejak lama.

 

Atas saran Mbak Anas saya memberi Arang sirup imboost kids, spet pake kuning telur mentah, dan memaksa Arang untuk minum.

 

Di bawah ini merupakan kronologi ketika Arang sakit:

 

Kamis, 04 Maret 2021

 

Sejak mulai birahi Arang kerapkali keluar ketika malam dan kembali subuh. Hari itu, Kamis, 04 Maret 2021 Arang pulang lebih sore, sekitar pukul 10 malam. Akhirnya, dia saya masukkan kandang, biar malam itu dia tidur di rumah. Tapi tengah malam Arang muntah, dia mengeluarkan akar. 

 

Malam itu, tak ada tanda-tanda kesakitan dari Arang. Dia masih mau makan dan minum, serta masih aktif mengeong minta keluar kandang.

 

Jum’at, 05 Maret 2021

 

Pada hari Jum’at Arang makan whiskas, lalu siangnya makanan tersebut dimuntahkan. Pada sore hari, Arang mulai muntah warna kuning. Hari itu saya menyuapi Arang dengan air kelapa hijau, susu bearbrand, dan oralit. Tapi, tak ada perubahan besar. 

 

Semalaman saya tak tidur, sebab Arang berkali-kali muntah dan saya mulai khawatir. 

 

Sabtu, 06 Maret 2021

 

Malam itu saya tidak tidur sebab keadaan Arang kurang baik. Dia beberapa kali muntah berwarna kuning dan pada jam tiga pagi dia pup cair. Ini pertama kalinya Arang pup cair dan sedikit. Hari sabtu pun Arang muntah warna kuning sebanyak tiga kali. Di hari itu, Arang mulai saya kasih imboost 2ml setiap harinya dan saya spet kuning telur mentah serta air. 

 

Minggu, 07 Maret 2021

 

Hari Minggu keadaan Arang belum membaik. Pagi hari jam 3 dia muntah kuning, jam 6 pun juga. Dia juga mencret warna merah, seperti warna sirum imboost yang baru saya spet. Lalu, dia mencret warna cokelat. Siangnya dia muntah warna bening, sepertinya karena habis saya spet air. 

 

Magrib Arang muntah warna kuning pucat dan hari itu saya mulai beri dia madu. Kalau dilihat dari perkembangannya, muntah Arang mulai berkurang. Dan Alhamdulilah hari itu dia sudah mau minum sendiri, tetapi belum mau makan.

 

Senin, 08 Maret 2021

 

Semalaman Arang tak banyak ulah dan saya cek tak ada pup cair maupun muntahan di kandang. Alhamdulillah pertanda baik. Dan hari itu juga Arang sudah mau makan, tetapi hanya makanan basah. Malamnya, Arang sudah aktif lagi, dia sudah mengeong minta keluar kandang dan sangat berisik. 

 

Alhamdulillah Arang sembuh. Tapi, dia belum saya perbolehkan keluar kandang.

 

Selasa, 09 Maret 2021

 

Arang pup normal bercampur lembek, tetapi tidak cair seperti sebelumnya. Dan lagi, Arang sudah mau makan dan minum dengan normal. Dia pun sudah mau makan makanan kering.

 

Hari ini, Arang sudah berlarian ke sana kemari dan sudah keluar kandang. Tentunya, saya masih memberi dia imboost paling tidak satu minggu ke depan. InshaAllah minggu depan Arang akan saya steril, keputusan ini demi kebaikan Arang dan kenyamanan bersama. 

 

Memiliki kucing benar-benar nano-nano, ya? Saya seperti memiliki anak saja. Sampai-sampai ketika membeli sirup imboost saya  melihat sirup itu rasa anggur, dalam pikiran saya langsung terlintas, “Arang mau tidak ya rasa anggur?” YaAllah, saya lupa kalau itu kucing.

Tidak ada komentar:

Komentar akan dimoderasi terlebih dahulu. Hanya memastikan semuanya terbaca :)

Usahakan berkomentar dengan Name/URL ya, biar bisa langsung BW balik saya ^^

Diberdayakan oleh Blogger.