Dengan Adanya Keanekaragaman Pangan Lokal, Masyarakat Indonesia Bisa Bebas Berkreasi Masakan






Kamu pasti tahu bahwa di Indonesia memiliki berbagai macam bahan makanan yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Indonesia ini kaya dan unik. Di setiap wilayah pasti memiliki makanan yang khas. Tentunya, itu dipengaruhi juga oleh bahan makanan yang berbeda di setiap wilayah di Indonesia.


Beberapa hari lalu, saya sempat menonton video di salah satu aplikasi. Dia orang Kalimantan yang sedang menyusuri hutan untuk mencari buah-buahan khas Kalimantan. Ternyata, di hutan itu banyak buah-buahan yang selama ini tak pernah saya temui. Meskipun, ada beberapa buah yang mirip dengan buah pada umumnya, tetap saja bentuk dan namanya berbeda.


Melihat banyaknya keragaman pangan Indonesia tentu saja harus dilestarikan, sehingga tetap akan bertahan sampai ke anak cucu kita nanti. Sebab, pangan atau makanan di Indonesia itu juga mempengaruhi budaya Indonesia. Banyak makanan khas di setiap wilayah yang termasuk dari budaya wilayah tersebut. Alangkah baiknya, kita juga menjaga bahan pokok makanan dengan cara Diversifikasi Pangan.


Diversifikasi Pangan adalah program yang dimaksudkan agar masyarakat tidak terpaku pada satu jenis makanan pokok saja dan terdorong untuk juga mengkonsumsi bahan pangan lainnya sebagai pengganti makanan pokok yang selama ini dikonsumsinya (sumber: Wikipedia)


Salah satu kunci untuk mempertahankan pangan lokal adalah dengan menerapkan Diversifikasi Pangan. Sesuai dengan pengertian diversifikasi pangan yakni mengganti makanan atau bahan makanan yang sering kita konsumsi dengan makanan pokok lainnya. Selain agar makanan pokok tersebut tidak langka bahkan punah, pun dengan mengganti makanan pokok yang sering kita konsumsi membuat makanan lebih bervariasi.


Diversifikasi Pangan Untuk Program Diet



Semakin dewasa, saya semakin tahu bahwa kandungan di bahan makanan lain ada yang jauh lebih baik dan bagus daripada bahan makanan yang sering saya konsumsi. Contohnya seperti beras putih. Ternyata, di luar sana banyak sekali variasi beras, seperti beras merah, beras hitam, beras cokelat dan lainnya. Beras sendiri bisa digantikan dengan makanan yang mengandung karbohidrat lain, seperti jagung, umbi-umbian, dan lainnya.


Sayangnya, kurangnya edukasi masyarakat Indonesia serta kalimat “kalau tidak makan nasi, tidak makan” membuat kita cenderung memakan makanan yang sama setiap harinya. Padahal, di Indonesia ini memiliki banyak ragam makanan yang bisa kita coba dan lagi mudah didapatkan.


Dengan mengganti makanan pokok atau nasi yang sering kita konsumsi, kamu bisa melakukan program diet. Kamu tahu, bahwa kandungan dalam singkong, jagung, dan sumber karbohidrat lainnya lebih baik untuk diet daripada nasi, lho. Untuk itu, kamu bisa mencoba menggantinya ya.


Menjaga Lingkungan Hidup Untuk Mempertahankan Keanekaragaman Pangan



Cara lain untuk menjaga keanekaragaman pangan adalah dengan mengubah gaya hidup. Mencari tahu informasi lebih lanjut mengenai makanan pokok yang bisa kamu konsumsi di rumah. Selain untuk mempertahankan keanekaragaman pangan, dengan mengganti makanan pokok kamu bisa membantu petani jagung dan lainnya untuk lebih sejahtera.


Melalui postingan ini, saya berharap lebih bisa mengedukasi kita bersama untuk mencoba keanekaragaman pangan Indonesia yang lain, sehingga lebih bervariasi dan lagi juga bisa mempertahankan sumber makanan lainnya.


Tak ada salahnya mencoba sesuatu yang baru, serta membiasakan diri dalam mengolah dan mengkonsumsi makanan yang bisa kita dapatkan dengan mudah. Saya sendiri suka mengganti nasi dengan kentang, singkong, dan jagung.


Semoga bermanfaat!


 

1 komentar:

  1. Wah bener banget banyak makanan Indonesia yang unik, contohnya singkong hehe jadi ingat sih

    BalasHapus

Komentar akan dimoderasi terlebih dahulu. Hanya memastikan semuanya terbaca :)

Usahakan berkomentar dengan Name/URL ya, biar bisa langsung BW balik saya ^^

Diberdayakan oleh Blogger.