Setelah Menerbitkan Buku, Lalu Apa?


Pada bulan Februari lalu, novel saya yang berjudul Madeira telah terbit di penerbit Gradien Mediatama. Sebelumnya, saya sudah menceritakan mengenai proses terbit buku tersebut di sini.

Nah, pada postingan ini saya ingin menceritakan bagaimana kehidupan saya setelah menerbitkan novel Madeira. Setelah buku terbit, apa sih yang harus kita lakukan? Atau apa, sih, yang kita lakukan setelah itu? Apakah kita hanya akan menunggu laporan royalti dari penerbit atas penjualan buku kita atau kita sudah boleh berhenti menulis, karena goal sudah tercapai?

Atas segala pertanyaan tersebut, saya ingin menceritakan beberapa hal yang saya lakukan setelah menerbitkan novel Madeira dan buku tersebut sudah ada di toko buku offline maupun toko buku online.


Pra-Pesan Novel Madeira


Setelah buku selesai dalam proses cek terakhir, novel sudah siap dicetak. Untuk itu, penerbit menerapkan pre-order atau pra-pesan terlebih dahulu untuk novel Madeira. Oleh karena itu, baik saya sebagai penulis, penerbit, dan distributor memberikan informasi mengenai pre-order novel sampai tanggal yang ditentukan.

Pre-order novel diberikan hadiah khusus atau gimmick untuk menarik pembaca dan mau ikut pre-order. Gimmick tergantung dari penerbit dan penulis. Bisa berupa stiker, kalender, dan lain-lain.

Sebab saya berlokasi cukup jauh dari percetakan yang ada di Jakarta, maka penerbit memberikan pilihan untuk pre-order tanda tangan penulis. Jadinya, untuk yang pesan melalui saya langsung akan mendapatkan tanda tangan basah penulis di buku. Apabila membeli di tempat lain, maka hanya mendapatkan surat yang sudah saya tandatangani.

Hal lain yang harus saya lakukan adalah saya harus mengirim sendiri buku-buku yang dipesan melalui saya. Maka, saya harus menyiapkan kemasan untuk buku-buku tersebut, melayani pembeli, dan sebelum dikirim harus saya tanda tangani.

Saat saya membagikan video-video packing buku yang saya lakukan, beberapa orang bertanya, “Memangnya kalau nerbitin buku, kita sendiri yang kirim?” Jawabannya, tidak selalu begitu, ya. Sebab, itu tergantung dari kesepakatan penulis dan penerbit saja. Untuk yang rumahnya dekat dengan percetakan, bisa datang ke percetakan untuk tanda tangan, kemudian buku tetap dikirim dari distributor.

Promosi dan Promosi


Hal lain yang harus diketahui oleh penulis ialah setelah menerbitkan buku, kita bukan menunggu laporan royalti, melainkan promosi. Bahkan, sebelum buku terbit saya dan penerbit gencar promosi via online. Setelah buku terbit pun sama, kami juga mengadakan promosi di mana-mana, termasuk wawancara dengan toko buku gramedia, distributor, dan toko online di Shopee.

Jadi, kalau kamu membayangkan menerbitkan buku, lalu kamu bisa hidup santai, itu salah besar. Sebagai penulis, kamu juga bertanggung jawab untuk menjual buku kamu sendiri. Minimal, kamu ikut promosi.

Hal Menyenangkan Setelah Buku Terbit


Apa hal yang menyenangkan setelah menerbitkan buku? Kamu lebih dikenal, tentu saja. Tapi, seperti tujuan awal saya menerbitkan buku secara mayor yaitu melihat buku karangan sendiri berada di rak toko buku, maka hal yang menyenangkan bagi saya adalah mengecek novel Madeira di toko buku Gramedia.

Saya mengecek toko buku Gramedia terdekat yaitu di Mojokerto. Selanjutnya, saya mengecek toko buku Gramedia yang ada di Royal Plaza Surabaya.

Tetap Menulis


Walaupun kamu sudah menerbitkan buku secara mayor, bukan berarti bisa berleha-leha, apalagi kalau pekerjaan utama kamu memang menulis. Maka, kamu harus tetap menulis ya. Anggap saja, kamu menulis hari ini itu untuk tabungan di masa depan.

Oke, begitu, ya. Sampai jumpa!

Posting Komentar

0 Komentar