Rekomendasi Novel Magical Realism

Selama membaca novel, saya kurang paham mengenai banyaknya sub-genre yang ada. Yang saya tahu adalah romance, fantasi, horor, thriller, dan humor. Selebihnya, saya tidak tahu. Baru-baru ini, saya mengetahui yang namanya sub-genre magical realism atau mungkin bisa juga disebut fantasi kontemporer. 

Setelah mencari informasi melalui internet, kemudian mengartikan kata-kata di KBBI saya mengetahui apa itu magical realism. Magical realism yang dalam bahasa Indonesia adalah realisme magis. Saya artikan kembali kedua kata itu di KBBI, yang berarti di bawah ini:

Realisme: paham atau ajaran yang selalu bertolak dari kenyataan.

Magis: bersifat magi; berkaitan dengan hal atau perbuatan magi.

Magi sendiri berarti: sesuatu atau cara tertentu yang diyakini dapat menimbulkan kekuatan gaib dan dapat menguasai alam sekitar, termasuk alam pikiran dan tingkah laku manusia.

Dari arti-arti di atas arti magical realism tidak jauh berbeda dengan arti fantasi kontemporer. Maka, saya menyimpulkan dua istilah itu memiliki arti yang tidak jauh berbeda. Sebab saya sudah tahu artinya, saya akan membagikan rekomendasi novel dengan sub-genre magical realism yang kebetulan sudah selesai saya baca.

Rekomendasi Novel Genre Magical Realism


6 | Jika Kucing Lenyap Dari Dunia - Genki Kawamura



Novel ini memiliki dua pilihan sampul yaitu sampul berwarna merah muda dan biru. Saya memilih warna merah muda. Buku ini diterbitkan ulang oleh penerbit Baca dan diterjemahkan dari bahasa Jepang.

Ketika membagikan video saya membeli novel ini di Tiktok, ada yang berkomentar kalau cerita di novel ini biasa saja, tidak ada yang istimewah. Awalnya, saya ikut berpikir demikian dan tidak berharap terlalu tinggi. Ketika saya mulai membaca, tahu-tahu sampai pertengahan novel saja. Kenyataannya, novel ini tetap selera saya. Lalu, saya ingat bahwa selera saya memang berbeda dengan selera orang-orang kebanyakan.


Novel ini bercerita mengenai seorang pemuda yang bekerja sebagai kurir. Tahu-tahu, dia dinyatakan sakit kanker dan hidupnya tidak lama lagi. Lalu, muncul seseorang yang mirip dengannya. Awalnya, saya menebak lelaki itu adalah dirinya sendiri di masa lalu. Ternyata, tebakan saya salah.

Lelaki yang dia sebut Aloha itu merupakan iblis. Aloha memberikan tawaran kepada si pemuda untuk memperpanjang nyawanya dengan syarat ada hal yang harus hilang dari dunia. 

Cerita dimulai dengan hilangnya ponsel dari seluruh dunia, lalu bergulir mengenai “Bagaimana dunia tanpa ponsel?” beserta cerita-cerita si pemuda mengenai mantan kekasihnya yang dulu seringkali berhubungan lewat telepon. Mereka berbicara jauh lebih banyak daripada ketika bertemu.

Novel ini terus berjalan dengan hal-hal yang hilang di dunia serta makna ketika hal itu hilang.

5 | Colorful - Mori Eto 



Colorful juga diterbitkan oleh penerbit Baca dan terjemahan dari Jepang juga. Ceritanya hampir mirip dengan novel Jika Kucing Lenyap Dari Dunia. Berawal dari seorang “Jiwa” yang mendapatkan kesempatan hidup kembali, tetapi harus hidup di tubuh orang lain yaitu Makoto.

Jiwa harus menjalani hidup Makoto yang biasa saja, tetapi ternyata hidupnya cukup kelam. Makoto sempat melakukan aksi percobaan bunuh diri. Perempuan yang disukainya berpacaran dengan lelaki lebih tua, ibunya berselingkuh, kakaknya membenci Makoto, dan ayahnya munafik. Selain itu, fakta bahwa Makoto sama sekali tidak memiliki teman pun menjadi daftar kelam kehidupan Makoto.

Jiwa menjalani hidup Makoto dengan bertindak, tidak seperti Makoto yang memilih bunuh diri.

Penulis memberikan plot twist di akhir novel, sayangnya hal itu sudah saya tebak di bab awal. Sehingga, saya tidak terkejut lagi.

4 | Dallergut - Lee Miye



Masih dari penerbit Baca, kali ini novel Dallergut bercerita mengenai toko penjual mimpi. Jadi, kamu bisa datang ke toko tersebut untuk membeli mimpi sesuai keinginan. Mimpi-mimpi yang dijual beragam dan ada genre-genre tertentu. Dalam buku ini juga dibahas mengenai orang-orang yang datang membeli mimpi, serta orang-orang yang membuat mimpi.

Novel yang diterjemahkan dari Korea ini memang tidak ada plot twist atau alur yang memiliki klimaks, tetapi sangat enak dibaca ketika bersantai dan bisa ikut membayangkan dunia lain.

Dallergut yang saya sebutkan ini merupakan cerita yang pertama, yang kedua saya sudah membelinya tapi belum membacanya.

3 | Funiculi Funicula (Before Coffee Get Cold) - Toshikazu Kawaguchi



Sekarang, mari beralih ke penerbit Gramedia. Masih dengan novel terjemahan Jepang. Kali ini bercerita mengenai sebuah kafe mistis yang bernama Funicili Funicula. Kafe tersebut terdapat satu meja yang dihuni oleh hantu. Ini benar-benar hantu, ya. Siapapun yang duduk di meja itu akan kembali ke masa lalu, tetapi dia tidak bisa ke mana-mana dan syaratnya banyak.

Salah satu syaratnya adalah kamu harus kembali sebelum kopi yang disajikan dingin dan kamu hanya bisa duduk ketika hantu itu pergi ke kamar mandi.

Karena kafe tersebut terkenal bisa membawa seseorang ke masa lalu, banyak orang datang untuk mencobanya. Tentu saja, orang-orang tersebut ingin bertemu dengan seseorang di masa lalu atau memperbaiki keadaan.

Banyak yang berkata novel ini alurnya lambat, tetapi bagi saya novel ini enak untuk dinikmati dan dibaca. Penulis juga berusaha memberikan plot twist di akhir, tapi lagi-lagi saya sudah bisa menebaknya. 

2 | Wizard Bakery - Gu Byeong-Mo



Apabila Funiculi Funicula membahas mengenai kafe, di Wizard Bakery membahas mengenai toko kue ajaib. Di toko kue ini pembeli bisa membeli kue dengan rikues di situs wizardbakery.com. Salah satu kue yang bisa kamu pesan adalah kue agar orang lain bisa jatuh cinta padamu. Adapun jenis kue lainnya yang bisa dipesan secara khusus.

Buku ini diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama dan terjemahan dari Korea. Menurut saya, novel ini bagus dan penuh daya magis. Selain itu, banyak makna yang ada dalam cerita-cerita pelanggan Wizard Bakery.

1 | Keajaiban Toko Kelontong Namiya - Keigo Higashino



Dari lima novel bertema magical realism di atas, Keajaiban Toko Kelontong Namiya merupakan novel yang paling saya sukai. Novel ini bercerita mengenai tiga pemuda berandalan yang datang ke toko kelontong yang sudah kosong, lalu tiba-tiba ada surat yang masuk melewati pintu toko. Ternyata surat itu datang dari masa lalu.

Singkat cerita, dulunya Toko Kelontong Namiya menerima surat yang dikirim oleh seseorang yang memiliki masalah. Lalu, Kakek Namiya (pemilik toko) membalas surat-surat itu. 

Membaca novel ini membuat saya menangis dan tertawa sekaligus. Banyak surat-surat yang masuk dengan kisah yang bermakna. Selain itu, ternyata semua kisah itu saling terhubung dan kehidupan 3 pemuda itu tak sama lagi.

Novel ini diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama dan merupakan novel terjemahan Jepang.

Itu dia enam rekomendasi novel dengan sub-genre magical realism. Semoga bermanfaat!

Posting Komentar

0 Komentar