Oct 21, 2018

Saya Kasih Tahu, Apa Enaknya ke Mana-Mana Sendirian





“Mbak Wul, ke Royal sama siapa? Masa ke mal sendirian?”

Begitulah isi pesan dari salah satu adik kos saya, ketika saya memperbarui status saya sedang berada di mal. Sebuah pertanyaan yang mungkin bagi sebagian perempuan ke mal sendirian itu aneh dan sesuatu hal yang tak mungkin dilakukan.

Hem. Jangankan ke mal, makan di warung sendirian saja saya pernah. Sering malahan.

Ketika saya menjadi food photographer di salah satu start up di Surabaya, saya harus berkeliling Surabaya dari satu vendor ke vendor lain dan tentu saja, selain memotret saya juga makan di vendor tersebut. Nggak usah tanya sama siapa, tentu saja sendirian, xoxo.

Tak hanya makan di warung saja, saya pun sering menonton di bioskop sendirian. Awalnya memang terasa aneh, terlebih lagi ketika itu saya menonton di mal Mojokerto dan pada awal-awal pembukaan CVG Mojokerto, sehingga penonton hanya segelintir saja. Tapi, ternyata enak juga kok menonton sendirian, tak ada yang menganggu. Hehe.

Untuk sebagian perempuan atau orang, melakukan hal-hal sendirian itu terasa freak dan sesuatu hal yang tak mungkin mereka lakukan. Perbuatan yang menyedihkan dan mengenaskan. Seperti orang patah hati yang membutuhkan ketenangan (saya kalau patah hati juga melakukan hal yang sama, tetapi dengan suasana hati yang berbeda).

Oke.

Buat kamu yang menganggap pergi ke mana-mana sendirian itu menyedihkan dan sesuatu hal yang aneh, sini, biar saya kasih tahu apa enaknya pergi ke mana-mana sendirian.

Sudah jelas ke mana-mana seorang diri itu bebas, berapa lama dan ke mana saja, terserah kamu


Dulu pernah ada yang berkata kepada saya, “Kok nggak ngajak aku aja, Lan?”ketika saya bercerita ke Malang motoran sendirian untuk menghadiri workshop menulis.

Ya, saya berangkat ke Malang selepas subuh, naik motor sendirian, dengan mengandalkan sedikit pengetahuan saya mengenai Kota Malang. Saya sampai Malang sekitar pukul tujuh pagi, kemudian berhenti pada warung pecel di tepi jalan, membeli nasi pecel dengan lauk daging giling. Hem. Nikmat.

Ketika sampai di Malang dengan selamat, saya mengabari orang tua saya. Waktu itu, saya sungguh bersyukur bisa pergi ke Malang sendirian. Percayalah, benar-benar menyenangkan.

Ketika pulang dari workshop pun euforia kebahagiaan masih terus terpancar di hati. Haha. Yah, selain bisa ke Malang sendirian, tanpa kesasar, saya juga memiliki kenalan baru dan bahkan membuka jalan ke arah yang lebih baik.

Lebih bisa mengekspresikan diri, tak memikirkan keinginan orang yang bersama kita


Namanya juga ke mana-mana sendirian, jadi saya tak usah memikirkan siapapun. Bayangkan saja, kalau saya ke Malang bersama salah seorang teman, yang berbeda tujuan. Tentunya, saya akan memikirkan teman saya tersebut. Entah tidak enak karena dia harus menunggu saya, memikirkan mentraktir dia apa, dan banyak alasan lainnya.

Terhitung sebanyak dua kali saya ke Malang motoran sendirian, makan di warung tentu saja juga sendirian. Hem. Menyenangkan. Sekarang saya kok rindu masa-masa itu, ya? Rasanya waktu itu saya lebih berani daripada sekarang.

Ketika ke Mal, saya bebas keluar masuk toko


Bukannya ketika bersama teman, saya tidak bebas. Tapi, tenaga setiap orang berbeda-beda, maka dari itulah saya suka ke mal sendirian. Ketika saya sudah lelah, saya bisa langsung pulang. Tak perlu mengikuti teman yang ingin ke sana kemari terlebih dahulu. Selain itu, ketika hendak membeli sesuatu keputusan mutlak ada di tangan kita.

Untuk keluar, tak perlu menunggu ada teman


Ada loh orang yang membatalkan keinginan membeli sesuatu hanya karena tidak punya teman untuk membeli benda tersebut. Sering saya temui ini. Adik kos saya salah satunya atau sepupu saya. Mereka tipe-tipe perempuan yang tak bisa keluar sendirian tanpa ada teman. Saya kurang tahu pasti alasannya kenapa.

Di atas merupakan segelintir alasan kenapa ke mana-mana sendirian itu menyenangkan. Namun, ada beberapa hal bagi perempuan yang tak bisa atau tak mau keluar sendirian, yaitu bagi wanita muslim, keluar rumah harus bersama mahramnya. Kalau hal ini berbeda lagi urusannya ya.

Jadi, kamu tipe perempuan yang keluar harus ada teman atau yang oke-oke saja keluar sendirian?





4 Comments:

  1. Aku belum pernah nonton sendiri, tapi kalau ngemall udah sering

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hal enak lainnya kalau nonton sendirian, nggak perlu keluarin duit lebih wkwkw. Kalau ngajak wahyu nanti nombok haha

      Delete
  2. Aku seriiiing. Nonton sendiri, ke mall sendiri, trutama kalo sdg pgn me time sendiri tanpa anak dan suami. Untungnya suami tipe yg ngebebasin aku begitu, asal bilang dr awal. Enaaak banget kalo bisa jln sendiri gitu. Cm pas traveling aku ga mau sendiri. Krn itu lbh seru kalo ada temennya :)

    ReplyDelete
  3. Aku juga seriiiingg ngeluyur sendirian aja

    ReplyDelete

Komentar akan dimoderasi terlebih dahulu. Hanya memastikan semuanya terbaca :)

Usahakan berkomentar dengan Name/URL ya, biar bisa langsung BW balik saya ^^