Satu Demi Satu Rental Komik dan Novel Gulung Tikar. Salah Siapa?

by - 13.28


Satu Demi Satu Rental Komik dan Novel Gulung Tikar. Salah Siapa? - Seorang teman membagikan sebuah tautan yang mengarah ke sebuah status di facebook. Dia membagikan sembari berkata, “Wulan Mojokerto nih, lelang buku lama.” Saya hanya berkomentar “wah”. Bukan karena apa-apa, sebelumnya saya sudah melihat postingan tersebut sekilas, ternyata lokasinya di Mojokerto. Hanya saja, saya baru tahu ada persewaan novel dan komik itu. Maklum, lokasinya di Mojokerto kota, lumayan jauh dari rumah.

Ini bukanlah pertama kalinya saya mengetahui hal semacam ini, persewaan novel dan komik bubar jalan, dijual murah dan viral di facebook. Mojokerto bukanlah yang pertama dan satu-satunya, sebelumnya pun ada di Malang dan beberapa kota lain. 

Dalam status facebook tersebut, dikatakan minat baca menurun, sehingga sudah tak ada lagi orang yang menyewa komik maupun novel. Apakah benar demikian? Karena minat baca menurun? Bukankah selama ini memang bangsa kita minat baca yang rendah? 

Tak hanya masalah mengenai minat baca yang menurun, melainkan banyak faktor yang mempengaruhinya. Saya yakin, orang-orang yang dulunya suka membaca, sampai sekarang pun masih memiliki sifat tersebut. Salah satu hal yang mempengaruhi persewaan novel dan komik tutup, bukan sekadar mengenai minat baca pun karena kemajuan teknologi. Kemajuan zaman yang serba praktis dan “mudah”.

Hal ini terbukti dengan banyaknya media cetak turut tutup usia dan sebagian beralih ke media online. Tentunya, alasan utama karena masyarakat lebih banyak menghabiskan waktu berselancar di internet daripada mencari informasi dengan membeli koran maupun majalah. 

Ketika mengikuti event yang diadakan pemerintahan bulan November lalu, agensi yang mengurus kami bercerita bahwa sejak Pak Jokowi memimpin beliau mengalihkan dana iklan ke Netizen atau ke media online, yang dulunya di media cetak maupun televisi. Dari sini pun terlihat, kita lebih condong dan lebih banyak menghabiskan waktu berselancar di dunia maya.

Sangat rasional menurut saya. Lihatlah adik-adik kita yang masih belia, balita-balita, sekarang semua memegang ponsel pintar. Tentu saja, yang meracuni ya kita-kita sendiri. Kalau mereka lebih menyukai bermain ponsel pintar daripada buku.

Untuk generasi sekarang, bermain smartphone pun lebih menyenangkan daripada membeli komik dan novel. Ataupun kalau mereka memang suka membaca, lebih memilih membaca lewat internet daripada membeli. 

Webtoon, Wattpad, merupakan media yang bisa kita manfaatkan untuk membaca komik dan novel. Tak hanya media itu saja, bahkan komik seperti Detective Conan, Doraemon, pun bisa diakses lewat internet bahkan lebih lengkap daripada menyewa komik atau membelinya. Bukan sekadar minat baca kita yang turun, melainkan kemudahan-kemudahan tersebutlah yang membuat kita beralih. Lagipula, mengakses internet lebih murah daripada membeli komik atau menyewanya.

Dahulu, saya selalu meluangkan waktu dan uang saku saya untuk menyewa komik dan novel di kota saya ini. Berbekal uang beberapa ribu dan kartu pelajar, saya bisa membawa setumpuk komik dan novel yang saya habiskan dalam beberapa hari saja. 

Salah satu hal yang membuat saya menyewa komik dan novel adalah karena langkanya toko buku yang menjual komik dan novel dan tentu saja karena harganya lumayan mahal untuk ukuran anak sekolahan. Sekarang? Sekarang banyak toko buku online yang bisa diakses siapapun, bahkan cara pembayarannya pun mudah tanpa harus ke bank dan memiliki rekening pun bisa. 

Zaman SMA untuk membeli komik atau novel saya harus ke Mojokerto kota terlebih dahulu, itupun tidak lengkap. Terkadang, Lelaki Melankolis membawa saya ke toko buku loak, membeli beberapa komik bekas, majalah bekas dan novel bekas. Waktu itu, saya bisa membaca apa pun meskipun cerita dalam novel kurang bagus. Sekarang, saya lebih selektif lagi, karena sudah berpenghasilan bisa membeli novel yang diinginkan.

Salah satu hal yang membuat tempat persewaan komik dan novel tergerus juga karena mungkin koleksi yang mereka miliki sudah lama dan tidak diperbarui. Mereka yang sudah berlangganan bertahun-tahun, pasti akan menemukan titik bosan, karena mungkin seluruh koleksi sudah dibaca. 

Tak usah bersedih dengan fenomena mengenai persewaan komik dan novel ini harus diobral murah, karena sebelumnya juga ada hal-hal yang tergerus oleh zaman. Seperti wartel yang dulu menjadi primadona, kini sama sekali tidak ada. Surat yang tergantikan oleh e-mail. Dan masih banyak lagi.

Memang akan selalu ada yang tergusur dan tersakiti dengan pembaruan, tetapi memang begitulah hidup. Sejatinya kehidupan adalah sebuah perjalanan, dalam perjalanan akan selalu ada perubahan. Bergerak. Sampai akhirnya, Sang Maha Kuasa meminta kita untuk kembali kepada-Nya.

Perbincangan di grup WhatsApp – dulunya kita bertukar pesan melalui SMS – terus bergulir, teman-teman meminta saya mengunjungi lokasi persewaan tersebut. 

“Komik Detective Conan ya, Lan.”

Saya menjawab,”Tenang, Gaes, aku nggak ke situ kok.”

Ya, saya sedang tak ingin membeli buku, buku di rak sudah sesak dan menjerit minta dibaca. Saya tidak mau menambah beban diri sendiri dengan terus menimbun buku, tanpa membacanya. 

Saya merasa berdosa.

You May Also Like

4 comment so far

  1. Sedih juga sih klo tempat nyewa komik dan novel pada tutup, sering saya lihat di marketplace spt bukalapak atau tokopedia komik2 lama pada dijual sama taman bacaan, padahal sayang banget, saya sbg pecinta komik cari diinternet pun komik2 lama tsb juga ga ada, bahkan di situs manga scan terkenal jg ga ada, seharusnya ada media online juga khususnya dr indonesia yang melihat ini dan menjadikannya situs bacaan komik dan novel lama mjd peluang secara online, ups maaf ya bahasa saya acak2an 😂

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau ada rental novel yang tutup dan menjual koleksinya, saya selalu ingin mengunjungi dan membeli. Namun apa daya, saya juga takut kalap dan menjadikan buku2 itu pajangan saja.

      Hapus
  2. rental dan komik favoritku sekarang juga udah tutup. Sedih deh rasanya, padahal dulu rental buku itu amat membantu mengatasi dahagaku akan buku. Maklum, ada kalanya bapak tidak suka anaknya terlalu sering beli buku. ujung-ujungnya ya ngerental dengan harga terjangkau

    BalasHapus
  3. seandainya rental buku yg di mojokerto itu dekat, udah aku borong mba. jujurnya sampe skr aku lbh suka baca buku fisik. ga prnh tahan baca e-book. aku rutin dan punya budget khusus utk membeli buku, ntah yg bekas ato baru. makanya bbrp IG toko buku bekas aku follow deki bisa beli buku dgn hrg miring :). semuanya itu aku baca, dan aku simpen khusus di pojok buku di rumah :D. jd kayak perpustakaan mini. kalo rental, aku justru ga suka. krn tkut bacanya ga bisa sesuai wktu yg ditentuin. jd mnding beli sendiri :)

    BalasHapus

Komentar akan dimoderasi terlebih dahulu. Hanya memastikan semuanya terbaca :)

Usahakan berkomentar dengan Name/URL ya, biar bisa langsung BW balik saya ^^