Apr 11, 2019

Konsekuensi Memakai Gamis



kon.se.ku.en.si /konsêkuènsi/ n akibat (dari suatu perbuatan, pendirian, dan sebagainya)

Sudah tak asing lagi melihat remaja mengenakan gamis di mal-mal Surabaya. Seakan gamis merupakan pakaian sehari-hari mereka dan memang menjadi tren masa kini. Dahulu, gamis merupakan pakaian hanya untuk orang-orang dewasa dan lebih terkesan untuk mereka yang ingin lebih tertutup.

Tak bisa kita tolak lagi, gamis sudah menjadi tren di kalangan remaja, remaja dewasa dan tentu saja sampai orang-orang dewasa. Hal ini bukan sekadar kebetulan saja, melainkan tren ini timbul karena adanya banyak model-model gamis yang tidak monoton, sehingga banyak kalangan yang mulai melirik pakaian yang menjulur sampai mata kaki ini.

Kalau tidak percaya coba saja lirik online shop di instagram, yang ketika open order produk mereka ludes dalam hitungan menit. Saya sendiri pun menjadi orang yang ikutan mengejar model gamis tertentu.

Terserahlah ya, kalian yang menyebut hal ini kapitalis, yang jelas dengan adanya tren model gamis tak biasa ini banyak perempuan muslim yang mengenakan pakaian lebih tertutup.

Beberapa waktu lalu, saya menuliskan mengenai lebih memilih mana antara gamis atau baju setelan. Nampaknya, banyak yang tertarik dengan artikel tersebut. Terkadang, ya, artikel receh justru yang paling menarik di hati.


Sudah setahun lamanya saya resmi mengenakan gamis sebagai pakaian sehari-hari, terkadang juga pakai setelan, sih. Untuk itu, saya ingin menuliskan uneg-uneg pengalaman mengenakan gamis untuk anak motor seperti saya. Selain pengalaman saya, akan ada beberapa pendapat dari teman di facebook mengenai pengalaman mereka ketika mengenakan gamis.

Mereka bilang, Pakai Gamis itu Sering Kesrimpet


Dari banyaknya orang yang merespon mengenai status saya, kebanyakan mengatakan pakai gamis itu sering kesrimpet. Saya juga mengalami hal serupa, terkadang sulit untuk melangkah kalau memakai gamis. Tentu, tak setiap waktu seperti ini. Biasanya, saya kesrimpet ujung gamis ketika menaiki tangga atau naik eskalator. Sudah pasti, gamis akan saya tarik ke atas agar menjaga keselamatan diri.

Gamis-gamis saya yang kepanjangan, sudah saya potong demi kenyamanan bersama.

Pakai Gamis, Siap-Siap Ujung Gamis Kena Knalpot


Apabila kamu pengguna kendaraan roda dua, sudah pasti harus berhati-hati, terutama apabila kamu dibonceng. Bisa jadi ujung gamis kamu yang berkibar-kibar bisa kena jeruji motor dan akhirnya membahayakan diri sendiri. Atau bisa jadi, ujung gamis kamu terkena knalpot sehingga bolong-bolong.

Memang sih gamis yang lebar melambai-lambai itu cantik sekali dipandang, namun harus tetap hati-hati karena akan membahayakan diri sendiri dan orang lain. Sudah banyak kasus seperti ini, gamis nyangkut ke jeruji dan terjadilah kecelakaan. Jangan sampai ya.

Solusi dari saya dan responden kemarin sih, rok gamis dikempit atau dijepit ketika mengendarai motor dan ketika dibonceng, gamis diduduki. Intinya, jangan sampai melambai ke mana-mana. Memang sih, agak merepotkan karena harus sering-sering mengecek gamis apakah jatuh atau tidak. Tapi ya, demi keselamatan bersama.

Mencuci Jauh Lebih Berat dan Jangan Lupa Kucek Ujung Gamis


Mencuci gamis berbeda dengan mencuci baju yang lainnya. Selain gamis lebih berat, karena mungkin bahannya tebal, pun ujung gamis selalu kotor. Jadi, harus dikucek sedikit demi sedikit ujungnya dengan cara memutar.

Tak hanya mencuci, setrikanya juga berat! Haha. Setrikanya juga lebih berat karena bahan gamis yang utuh, lebar dan lebih luas. Saya pribadi hanya menyetrika gamis kalau mau dipakai saja, karena kalau cara penyimpanannya tidak pas, gamis akan lecek lagi. Paling benar ya, memang harus punya lemari khusus dengan gantungan gitu.

Buat Kamu Bertubuh Mungil, Harus Motong Bahan Gamis


Ukuran gamis juga membuat saya kesusahan. Apabila membeli rok, cukup dengan mengangkat rok lebih ke atas agar tidak terlalu panjang. Nah, kalau gamis? Mau tidak mau harus dipotong. Beberapa ada yang panjangnya cukup, namun linkar dadanya tidak. Begitu pula sebaliknya. Mau tak mau harus membeli ukuran yang lebih besar, meskipun berisiko harus memotong gamis.

Gamis Identitas Paling Nyaman


Salah seorang teman berkomentar, bahwa gamis itu identitas diri paling nyaman. Saya setuju dengan dia. Selain nyaman, memakai gamis juga membuat kamu terlihat anggun dan cantik. Saya suka melihat perempuan-perempuan yang memakai gamis dan berniqab. Melihatnya adem dan anggun. Bahkan adik saya juga merasakan hal serupa.

Memakai Gamis Berarti Harus Merogoh Dana Lebih Dalam


Konsekuensi lain ketika memutuskan memakai gamis adalah kamu harus merogoh dana lebih dalam. Berbeda dengan baju setelan yang bisa dibeli atasan saja atau bawahan saja, gamis kamu membeli keduanya. Itu berarti kamu mengeluarkan dana lebih banyak.

Konsekuensi memakai gamis di atas, belum semuanya ya. Masih banyak lainnya, seperti kamu lebih bisa berhemat tempat di lemari. Jadi, setelah membaca artikel ini kamu ingin memakai gamis, bagi kamu yang belum memakainya?

Semoga bermanfaat ya!

1 Comments:

  1. Kalau aku seneng pakai gamis saat luar kota.Ngirit tempat.Tapi ya kui, sering kesrimpet kalau mau naik ke kereta atau dinoncengin motor.

    ReplyDelete

Komentar akan dimoderasi terlebih dahulu. Hanya memastikan semuanya terbaca :)

Usahakan berkomentar dengan Name/URL ya, biar bisa langsung BW balik saya ^^