Aug 11, 2020

Episode Terakhir Drama Korea It's Okay to Not be Okay; Mencari Jati Diri



Pada episode 15 drakor It’s Okay to Not be Okay atau Pysco But’s it’s Okay diceritakan ibu Ko Moon Yeong atau Do Hui Je yang selama ini menyamar sebagai kepala perawat Park di Rumah Sakit Jiwa OK, ditangkap oleh polisi dan dipenjara. Pada akhirnya, Penulis Ko merasa bersalah kepada Moon bersaudara dan meminta mereka untuk meninggalkan rumah atau kastil terkutuk, dengan kata lain meninggalkan Ko Moon Yeong sendirian, seperti keinginan ibunya.

Namun, Gang Tae bersikeras untuk tetap di sisi Ko Moon Yeong menemani perempuan itu, agar keinginan ibu Moon Yeong tidak terwujud; membuat Moon Yeong seperti dirinya. Akhirnya, hati Moon Yeong luluh dengan ciuman! Haha. 

Pada akhirnya, semua berakhir bahagia. Ko Moon Yeong melanjutkan project menulisnya dengan Sang Tae sebagai ilustratornya. Buku mereka pun terbit dan peluncurannya di Rumah Sakit Jiwa OK. Tak hanya tiga tokoh utamanya saja yang bahagia, pun dengan Ju-Ri bersama CEO Lee, Direktur O, Jae-Su, bahkan para pasien Rumah Sakit Jiwa OK. 

Sang Tae pun akhirnya bisa mengalahkan rasa takutnya dengan kupu-kupu dan menghapus kupu-kupu jahat di mural, mengganti dengan kupu-kupu cantik. Moon Yeong pun bisa melawan ibunya dan menolak dirinya seperti ibunya. Akhirnya, mereka bertiga Gang Tae, Moon Yeong dan Sang Tae bepergian dengan mobil kemah, hadiah dari direktur Rumah Sakit OK. 

Akan tetapi, pada akhirnya Sang Tae memilih berpisah dengan adik-adiknya. Pada saat ini, saya sedih. Membayangkan juga bagaimana sedihnya Gang Tae sedih, sebab mereka sejak kecil bersama. Tapi, Gang Tae mengerti keinginan kakaknya, kakaknya ingin bekerja menjadi ilustrator. Ada orang yang membutuhkan pekerjaannya. Duh, saya sedih di sini. Tapi, tentunya pisahnya tidak selamanya, sebab nantinya Ko Moon Yeong dan Moon Gang Tae akan kembali juga.

Nah, saya mau menceritakan dongeng terakhir di drama It’s Okay to Not be Okay yang ditulis oleh Ko Moon Yeong dan ilustrasi Moon Gang Tae.

Dongeng Mencari Jati Diri

Dahulu hidup tiga orang anak yang kehilangan jati diri mereka yakni Si Tong Kosong, Si Kotak dan Si Anak Lelaki yang Selalu Memakai Topeng. Mereka hidup bersama di sebuah kastel di tengah hutan. Jati diri mereka direbut oleh Penyihir Bayangan. 

Si Kotak berkata, “Kita harus mencari jati diri kita agar hidup bahagia dan tidak bertengkar.”
Lalu, ketiganya bepergian menggunakan mobil kemah. Dalam perjalanan ada ibu rubah yang menangis di ladang yang dipenuhi saljut. Si Topeng bertanya, “Kenapa kau terus menangis?”
Ibu Rubah menjawab, “Aku kehilangan anak di ladang salju ini. Saat meggendongnya di punggungku, aku terlalu sibuk mencari makan.” Melihat Ibu Rubah terus menangis dan memukul-mukul dadanya, anak lelaki itu pun mulai mengeluarkan air mata hangat. Tak lama kemudian, salju pun meleleh dan mereka berhasil menemukan anak rubah yang tertimbun salju.

Mereka bertiga melanjutkan perjalanan dan bertemu dengan badut yang menari tanpa busana di ladang bunga berduri. Si Tong Kosong bertanya kepada badut itu, “Kenapa kau terus menari di ladang berduri?”

Si Badut menjawab, “Dengan begini orang-orang akan memperhatikanku.”

Namun, orang-orang tetap tak memperhatikannya. Itu hanya membuatnya kesakitan. Lalu, Si Tong Kosong memasuki ladang berduri dan mulai menari bersama Si Badut. 

“Karena aku adalah tong kosong, tertusuk duri tak akan membuatku terluka,”kata Si Tong Kosong. Sesaat setelah Tong Kosong mulai berlari dan menari, terdengar suara yang sangat nyaring di tubuhnya. Orang-orang berkumpul mendengar suara itu, lalu menonton mereka menari sambil bertepuk tangan.

Mereka bertiga melanjutkan perjalanan untuk mencari jati diri yang hilang. Di perjalanan, Penyihir Bayangan muncul di hadapan mereka. Lalu, ia menculik Si Anak Bertopeng dan Si Tong Kosong. “Mulai sekarang kalian tak bisa hidup bahagia,”kata Penyihir Bayangan. Setelah itu, kedua anak tersebut dikurung dalam gua yang gelap.

Si Anak Kotak menemukan keduanya setelah beberapa hari mencari. “Bagaimana ini? Jika ingin masuk ke dalam gua, aku harus melepas kotak ini,”pikir si Anak Kotak.

Pada saat itu, terdengar Si Anak Bertopeng berkata, “Pergilah yang jauh, jangan cemaskan kami. Penyihir Bayangan akan kembali!” Namun, si Anak Kota dengan berani melepaskan kotak yang dikenakannya dan bergegas memasuki gua yang gelap itu untuk menyelamatkan Si Anak Bertopeng dan Si Tong Kosong.

Setelah keluar dari ga, Anak Bertopeng dan Tong Kosong melihat wajah Si Anak Kotak yang dipenuhi lumpur dan tertawa. Mereka terus tertawa, hingga membuat topeng Si Anak Bertopeng terjatuh dan tong kosong yang membebani Si Tong Kosong pun terjatuh. Melihat mereka menemukan jati diri mereka, anak lelaki yang berhasil melepas kotaknya berkata, “Aku bahagia.”

0 Comments:

Post a Comment

Komentar akan dimoderasi terlebih dahulu. Hanya memastikan semuanya terbaca :)

Usahakan berkomentar dengan Name/URL ya, biar bisa langsung BW balik saya ^^