May 9, 2021

Kunci Produktif Menulis di Wattpad

 

taken from pexel

Berbulan-bulan lalu, ada pesan masuk di direct messege instagram yang mengundang saya untuk menjadi pengisi kelas. Mereka meminta tema bagaimana konsisten untuk menulis novel. Saya tertegun. Saya bertanya pada diri sendiri, bagaimana cara konsisten menulis novel? Pada kenyataannya, saat itu saya jarang sekali memperbarui cerita di Wattpad. Maka, ide itu saya tolak.

 

Empat sampai lima bulan belakangan, saya rajin menulis fiksi dan membagikannya di akun saya di Wattpad. Untuk itu, saya akan cerita bagaimana saya bisa menulis fiksi secara konsisten. Bahkan, sekarang sudah saya jadwal untuk updatenya.

Rahasia Produktif Menulis Fiksi

 

Di tahun 2021 ini saya menulis banyak novel. Ada sekitar tiga novel yang harus saya rampungkan, paling tidak, dua di antaranya harus selesai tahun ini. Seperti biasa, jumlah bab novel saya sekitar tiga puluh bab, dengan jumlah kata per bab-nya minimal seribu kata. Biasanya saya menulis dua ribu kata per babnya. Tapi, akhir-akhir ini lebih memilih sekitar seribu saja, meskipun terkadang ada yang dua ribu.

 

Membuat Plot


 

Salah satu cara agar saya disiplin untuk memperbarui novel di Wattpad adalah membuat plot. Saya menulis per bab kejadian yang harus saya tulis untuk cerita saya. Terkadang, tulisan saya sesuai jalur, terkadang pula ada perubahan, meskipun itu tak banyak. Yang jelas, membuat plot memberikan saya semangat dan memberikan efek baik. Dengan begitu, saya tak perlu susah-susah menulis ketika jam menulis tiba.

 

Saya menulis plot di buku tulis, agar ketika saya butuh, saya bisa langsung membukanya tanpa harus mencarinya di file laptop. Ini sangat penting, sih, menurut saya. Dan lagi, saya selalu menaruh buku itu di dekat saya ketika menulis. 

 

Membaca Buku Bertujuan Untuk Merangsang Keinginan Menulis


 

Apabila saya buntu ketika menulis, saya mengambil buku penulis favorit saya atau buku-buku yang relevan dengan naskah yang saya tulis. Saya menyebutnya sontekan. Tentunya, sontekan tersebut harus sesuai dengan sudut pandang yang saya gunakan. Misalnya, saya menulis Please, Said Yes To My Husband yang sedang berlangsung di Wattpad, saya menggunakan sudut pandang orang ketiga. Maka, saya membaca buku-buku Windry dengan sudut pandang orang ketiga. Apabila saya sedang menulis naskah Madeira, maka saya membaca buku Windry atau Winna dengan sudut pandang orang pertama, sebab Madeira menggunakan sudut pandang orang pertama.

 

Apa kegunaan membaca ketika menulis?

Pertama, ketika saya kesulitan membuat kalimat pembuka, atau kalimat lain. Istilahnya sedang mandek, stuck, maka saya membuka salah satu buku, membaca sembarangan halaman. Secara ajaib ide pun muncul kembali. Sehingga, saya bisa melanjutkan untuk menulis.

 

Kedua, dengan membaca singkat-singkat semacam itu, mampu memberikan kosa kata baru dalam menulis saya. Ini salah satu cara agar tidak mandek menulis di tengah jalan, sih. Biasanya saya berhenti menulis ketika sudah capai saja.

 

Mencatat Pikiran-Pikiran dalam Papan Tulis


 

Seringkali, ketika menulis saya akan kepikiran jalan cerita novel tersebut. Ketika membaca buku, akan ada distraksi yang membuat saya ingin menuliskan ide yang baru muncul. Saya tak lagi menulis di buku tulis mengenai ide-ide yang muncul mendadak ini, sebab saya takut idenya akan segera hilang. Maka, saya menulisnya di papan tulis, dengan catatan saya sedang di rumah.

 

Kenapa di papan tulis? Alasannya sederhana, agar saya mudah membacanya, ketika saya melakukan apa pun. 

 

Adanya papan tulis ini juga membantu saya untuk menutupi lubang dalam novel saya. Bagi saya, ini sangat penting. Sebab, seringkali saya membuat kesalahan. Ya. Ya. Saya sering lupa.

 

Membuat Jadwal Terbit

Wajarnya, menulis novel on going itu satu minggu sekali. Untuk itu, saya membuat jadwal terbit untuk novel-novel saya. Nah, dengan adanya jadwal terbit ini, saya lebih disiplin, pembaca pun tidak ngamuk karena tidak update-update.

 

Saya pernah, lho, dikatain tidak menghargai pembaca, penyebabnya saya jarang update bahkan sampai satu bulan. 

 

Nah, begitulah kunci produktif untuk menulis fiksi. Bagaimana denganmu? Semoga bermanfaat!

0 Comments:

Post a Comment

Komentar akan dimoderasi terlebih dahulu. Hanya memastikan semuanya terbaca :)

Usahakan berkomentar dengan Name/URL ya, biar bisa langsung BW balik saya ^^