Showing posts with label cerpen. Show all posts
Showing posts with label cerpen. Show all posts

Mar 25, 2015

#RabuMenulis : Perjalanan Takdir

#RabuMenulis : Perjalanan Takdir
Berbagai kejadian yang tengah terjadi belakangan ini, membuatku berpikir ulang. Seandainya saja, dahulu, kami tidak pernah saling mengenal, mungkin kami akan hidup dalam dunia masing-masing tanpa ada caci maki.              Tepat pada 25 Maret lima tahun yang lalu, kami bertemu dalam sebuah toko buk…

Jan 28, 2015

[Fiksi] Lelaki Pengantar Undangan

[Fiksi] Lelaki Pengantar Undangan
“Kau berbeda.”             Elvan berkata demikian ketika ia bertandang ke rumah. Kala itu malam minggu. Dia baru saja pulang dari kantor dan menyempatkan diri mampir ke rumahku untuk mengantarkan undangan pernikahan Selvie, teman kuliah kami.             Ini pertemuan pertama kami setelah selama dua…

Sep 6, 2014

Airena

Airena
Ibu pernah berkata akan memberi nama adikku kelak dengan nama Airena. Ibu sudah mengetahui jenis kelamin dari janin yang dikandungnya melalui tes USG.  Wajah ibu selalu cerah ketika mengelus perutnya yang membuncit. Ia terus bercerita kepada kami dan mengatakan bahwa dia sangat bahagia karena memi…

Apr 30, 2014

Lelaki Itu Telah Mati

Dia telah mati. Lelaki dengan senyum kekanakan itu telah dibunuh.Perempuan itu bertekad untuk tidak peduli.Meskipun jiwanya masih ingin memeluk lelaki itu. Dia sudah berjanji kepada lelaki yang memiliki lesung pipi itu untuk membunuhnya.

Apr 19, 2014

Tuan Putri dan Kelinci berbulu Merah

Tuan Putri dan Kelinci berbulu Merah
Dia menciptkan rumahnya sendiri. Rumah itu terbuat dari kayu jadi yang ia susun sedemikian rupa hingga menyerupai gubuk kecil . Setiap malam ia akan terbangun hanya untuk memoles kayu-kayu yang akan menjadi rumahnya kelak hingga terlihat garis-garis dari kayu jati.

Apr 16, 2014

Rai

Rai
Aku mengenal Rai ketika membeli sekeranjang apel pada sore hari. Hari itu, hari yang pucat. Semuanya tersembunyi dibalik awan yang mengabu. Rai sedang mengelap vespa biru miliknya dari titik air bekas hujan di sebelah toko buah milik ibunya. "Dia sayang sekali dengan vespa tua itu,"Nyonya …

Apr 14, 2014

Apr 11, 2014

Kucing Jalanan

Kucing Jalanan
Ein menemukan kucing itu  ketika ia berjalan di bawah payung hitamnya. Hujan turun begitu deras kala itu. Kucing itu meringkuk di bawah emperan toko bunga langganannya, kedinginan. Tubuhnya basah kuyup dan rambut halusnya lepek terkena air hujan. Ein menghampiri dan berbagi payung dengan kucing itu…

Nai

Nai
Nai hari ini memakai skirt kuning selutut dengan layer merah di ujungnya, kaus lengan pendek garis hijau putih. Rambut panjang cokelatnya, ia biarkan tergerai melewati bahu. Ah, dan jepit kupu-kupu berwarna kuning terselip diantara rambutnya.

Apr 10, 2014

Rindu Mengabu

Rindu Mengabu
"Kenapa kau begitu berdebu?"      Tanyaku kepadanya. Ia terdiam kemudian menatapku.

Apr 9, 2014

Randu me-Rindu

Randu me-Rindu
Randu sadar dia tidak mampu membuat istrinya tetap tinggal, meskipun ia berusaha keras menceritakan kenangan pernikahan mereka sepuluh tahun yang lalu.

Apr 1, 2014

Kehilangan

Kehilangan
Aku belum menemukannya. Seseorang yang dengan sengaja menungguku dibawah hujan, dan seseorang yang rela memberiku sebagian kebahagiannya. Mungkin aku pernah menemukannya.

Mar 29, 2014

Musik Kenangan

Musik Kenangan
Nai membenci kenangan. Semua hal yang mengingatkannya tentang kenangan, akan ia singkirkan. Apapun itu, siapapun itu. Kenangan bersama Rai, membuatnya hidup dalam kehampaan tak berujung. Menghujam ulu hati hingga meninggalkan luka tak terhapuskan. Bagaimanapun juga, Nai membenci kenangan. Benda-bend…

Mar 8, 2014

Perjanjian

Perjanjian
“Ada apa?”      Kedua alisku bertaut, ketika memasuki kamar kos yang kuhuni bersama sahabatku Alita. Kulihat Zoya sedang menangis dalam pelukan Alita dan kulihat Miranda (sahabatku yang lain, yang sekamar dengan Zoya) memasang wajah kusut ketika berpapasan denganku dipintu masuk kos.

Dec 30, 2013

The one that got away

The one that got away
Kali pertama kita bertemu saat musim penghujan di bulan Desember. Saat itu kau sedang berdiri di halte bus, tepat di sebelahku. Kita saling berebut masuk kedalam bus bersama dengan penumpang yang lainnya. Siku kita saling bertaut dan membuatku terjatuh sebelum sempat memasuki bus. Kau yang sudah be…

Nov 26, 2013

Mawar merah

Mawar merah
Dia menuliskan namanya di dada sebelah kiri. Menggunakan spidol merah dan ada gambar hati di sana. Dia tersenyum . Matanya berbinar sembari menyodorkan spidol merahnya kearahku.  Aku menerimanya, dan mencoret baju putih miliknya yang masih bersih, berbeda dengan bajuku yang sudah penuh dengan core…

Nov 6, 2013

Sebotol Chivas

Sebotol Chivas
Kubiarkan langit mengabu di ufuk barat. Disertai guratan merah jingga dengan bulatan keemasan. Kicauan burung kian menjauh dari telinga menyisakan suara jangkrik saling bersautan.      Senja masih sama. Aku dan kamu pun masih sama. Duduk berdua dalam satu ruangan dengan bau alkohol dan nikotin memen…

Apr 5, 2013

Cinta Penuh Harap

Cinta Penuh Harap
Kugerakkan telunjuk jariku di permukaan kaca mobil yang berembun. Kutuliskan sebuah nama yang menjadi penghuni pikiranku saat ini. Dante. Kekasih yang kutinggalkan bersama kenangan kami dipulau dewata.             Beberapa kali lelaki paru baya disebelahku mengelus lembut rambutku. Tapi, aku tidak m…

Mar 31, 2013

Kesalahan Takdir

Kesalahan Takdir
Pernahkah aku bercerita, tentang kisahku yang membuatku berdiri di sini.    Dan pernahkah kamu berpikir bagaimana jadinya aku bila takdir tidak pernah mempertemukan kita. Meskipun pada kenyataannya takdir tidak mempersatukan kita.        Di sini kita memulainya, pertemuan diantara dua orang manusia …

Feb 28, 2013

Padamnya Api Kesombongan

Padamnya Api Kesombongan
Warna merah kekuningan itu menyambar-nyambar dipenjuru rumah. Hawa panas yang teramat bisa dirasakan sampai kiloan meter. Menyengat. Seorang pria meraung-raung dengan sedikit tetesan air mata. Dia terus berusaha melepaskan dirinya dari cengkraman petugas berbaju oranye. Hingga dia merasakan lemas d…