Dec 14, 2022

Pertama Kali Bepergian Naik Kereta ke Yogyakarta Setelah Pandemi



Terakhir kali berpergian naik kereta api adalah tahun 2019 lalu, sebelum Covid-19 datang ke Indonesia. Waktu itu, saya melakukan perjalanan ke Yogyakarta bersama adik. Saya menulis cerita perjalanan tersebut di blog saya www.wulankenanga.com. Silakan dibaca di sana, ya.

Setelah pandemi berakhir, akhir tahun ini saya melakukan perjalanan naik kereta api. Sudah pasti, ada peraturan yang sedikit berbeda daripada perjalanan kereta api di tahun 2019. Hal ini, membuat saya cemas dan akhirnya kondisi badan kurang bagus.

Sakit Sebelum Berangkat

wajah pucet ~


Tiga hari sebelum keberangkatan saya ke Yogyakarta, saya menemui dokter karena sejak pagi badan tubuh saya dingin dan perut terasa tidak enak. Sorenya, saya muntah dan akhirnya ke dokter karena ibu cemas dengan keadaan saya, ditambah lagi hari Senin harus ke Yogyakarta.

Saya memang sudah tidak mual, tetapi perut saya berbunyi terus menerus, seperti sembelit dan tubuh saya masih dingin. Bisa dibilang, kondisi memang tidak fit.

Cemas dan Takut

badan masih dingin, jadi beli teh hangat


Mungkin ini perjalanan pertama saya setelah tiga tahun, sehingga saya merasa cemas dan takut. Terlebih lagi, dengan kondisi badan yang tidak bugar. Bahkan, sebelum berangkat ke stasiun ada pikiran untuk membatalkan perjalanan. Namun, saya memaksakan diri. Berkali-kali saya menyentuh kaki saya yang dingin dan “anyep”. Perut masih terasa penuh dan sembelit. Namun, saya tetap berangkat. Saya pikir, nanti kalau sampai di Yogyakarta masih sakit, saya pulang saja.

Syarat Naik Kereta Setelah Pandemi


Saya membeli tiket kereta api via Tokopedia. Kali ini, saya memilih kereta bisnis karena baru pertama kali membawa koper. Biasanya, saya menggunakan kereta ekonomi dan membawa ransel. Alasan saya membawa koper adalah karena saya bepergian membawa laptop, sehingga tidak bisa menyatukan laptop dan pakaian menjadi satu. Akan riskan nantinya. Jadinya, saya membawa koper untuk pakaian, sepatu, dan lainnya. Lalu, saya membawa ransel untuk laptop dan buku. Ada lagi tas kecil untuk dompet dan ponsel agar mudah untuk diambil sewaktu-waktu.

Karena pertama kali membawa koper, saya cemas dan pikiran saya dipenuhi berbagai macam skenario. Bagaimana saya membawa koper nanti? Apakah akan merepotkan? Bagaimana saya menaruh koper di rak atas kereta? Apakah saya kuat?

Setelah membeli tiket kereta api, saya mencetak tiket di stasiun. Saya menggunakan kereta Ranggajati pukul sepuluh pagi. Hal berbeda yang ada di tiket kereta adalah ada tulisan Sudah vaksin ke 3. Ini merupakan salah satu syarat bepergian menggunakan kereta yaitu sudah divaksin ke-3 atau vaksin booster pertama.

Seperti biasa, di pintu masuk tiket dicek beserta dengan KTP. Lalu, menunggu kereta datang.

Setelah kereta datang, saya menyeret koper dengan cepat. Sebab, saya salah beli tiket yang gerbongnya ada di belakang sendiri. Sehingga, saya harus sedikit berlari agar tidak ketinggalan kereta. Akhirnya, saya naik melalui gerbong tiga dan tak lama setelah itu kereta berjalan.

Kecemasan Itu Hilang
kursi sebelah kosong




Saya cemas mengenai berbagai macam hal. Nyatanya, perjalanan kereta kali itu sangat menyenangkan. Di sebelah saya kosong, begitu juga dengan kursi seberang. Sehingga, saya bebas di kereta saya. Saya pun menaikkan koper dengan mudah. Yaitu dengan cara naik ke kursi. 

sudah jelas, saya membawa Madeira


Badan saya yang awalnya lemas pun terisi energi dengan penuh. Saya lupa kalau sedang sakit. Saya sibuk merekam pemandangan dari jendela kereta dan sibuk memperbarui story instagram dan WhatsApp.

Sesekali, saya membaca buku dan merekam diri sendiri.
Dijemput kepala redaksi dan editor


Sesampainya di Yogyakarta, hujan turun dengan deras. Rasa-rasanya, Yogyakarta menyambut saya dengan haru. Kali ini, saya turun di stasiun Yogyakarta atau stasiun Tugu. Biasanya, saya turun di Lempuyangan.

Di Yogyakarta, saya dijemput kepala redaksi Gradien Mediatama dan memang saya akan menginap di kantor untuk seminggu ke depan.

Nah, untuk apa, sih, perjalanan saya kali ini? Akan saya tuliskan segera di blog, ya. Kemungkinan, saya akan menuliskannya di www.wulankenanga.com.

Terima kasih!


0 Comments:

Post a Comment

Komentar akan dimoderasi terlebih dahulu. Hanya memastikan semuanya terbaca :)

Usahakan berkomentar dengan Name/URL ya, biar bisa langsung BW balik saya ^^