Proses Kreatif Kenanga Photography

 


Membuka jasa foto produk bukanlah hal yang mudah, apalagi ketika mendapatkan klien dengan banyak permintaan. Hal yang paling sulit adalah menyesuaikan style kita, keinginan klien, dan properti yang saya miliki. Sebagai jasa foto produk yang masih sangat kecil, tentunya ada banyak kesulitan yang saya hadapi. 

 

Pada postingan kali ini, saya akan menceritakan mengenai proses kreatif yang saya lakukan sebelum memotret produk dan sesudahnya. Tentunya, setiap fotografer produk memiliki proses kreatif mereka masing-masing, sebelum foto tersebut tayang di media sosial maupun diserahkan kepada klien. 

 

Proses Kreatif Kenanga Photography

 

Sebelum memutuskan untuk membuka jasa foto produk, saya bekerja sebagai fotografer makanan di salah satu media kuliner di Surabaya. Pengalaman menjadi food photographer tersebut memberikan saya banyak pengalaman mengenai still life photography.

 

Musyawarah dengan klien

 

Ketika klien mengirim pesan kepada saya, mereka akan meminta pricelist untuk jasa foto produk. Saya akan memberikan daftar harga tersebut, kemudian mereka akan memilih paket sesuai yang klien butuhkan. 

 

Setelah deal, klien akan mengirim produk ke rumah saya. Selama menunggu produk datang atau ketika produk sudah datang, saya akan menanyakan beberapa hal kepada klien untuk mencapai kesepakatan.

 

Pertama, yang saya tanyakan mengenai konsep foto yang mereka inginkan. Biasanya, klien akan memberikan beberapa contoh sebagai gambaran keinginan style foto produk mereka. Terkadang, klien menyerahkan penuh mengenai konsep kepada saya. 

 

Beberapa kesalahan yang terjadi dalam foto produk adalah salahnya di komunikasi awal. Saya sering mengalaminya, sebab saya lupa tidak menanyakan konsep, sehingga harus memotret ulang. Terkadang, informasi dari klien yang kurang jelas akhirnya terjadi salah paham. 

 

Perbincangan awal dengan klien amat penting, demi kelancaran kerja sama. Apabila kedua belah pihak saling memahami, proses memotret akan lebih cepat dan output akan sesuai dengan klien minta.

 

Menentukan Konsep/Ide

 

Pekerjaan akan lebih ringan apabila klien sudah menentukan konsep atau ide fotonya. Sehingga, saya tinggal menyiapkan properti foto yang ada dan menyesuaikan dengan konsep. Sebab klien menyerahkan konsep kepada saya, maka saya mencari ide untuk foto produk mereka.

 

Biasanya, saya mencari ide di pinterest.com di sana saya akan memasukkan kata kunci khusus dan mencari ide-ide foto atau konsep yang ada di hasil pencarian. Lagi-lagi, mementukan konsep harus sesuai dengan properti foto yang ada. Meskipun nantinya kamu menemukan konsep di pinterest, output dari foto kamu akan berbeda. Kenapa? Karena setiap fotografer memiliki sudut pandang masing-masing.

 

Apabila sudah ada konsep, maka ke tahap selanjutnya.

 

Menyiapkan Properti Foto

 

Fotografer lain biasanya membuat konsep dengan menggambar terlebih dahulu. Sebab saya tidak pandai menggambar, maka saya menuliskan ke buku properti foto apa saja yang akan saya butuhkan nantinya. Dengan begitu, ketika memotret saya tidak akan lupa mengenai properti tersebut. Sebab, fotografer produk pasti memiliki banyak properti foto.

 

Pemotretan

 

Ketika pembicaraan dengan klien, kamu bisa memberitahu kapan kira-kira foto tersebut selesai. Dengan begitu, kamu bisa menentukan kapan waktu pemotretan dan editing sampai foto siap untuk disetorkan.

 

Biasanya untuk memotret sampai foto selesai, saya membutuhkan waktu tiga hari. Dengan catatan, saya tak sedang dikejar pekerjaan lain dan tak banyak antrean foto produk. Waktu pemotretan pun biasanya saya antara jam 8 pagi sampai jam 10 pagi. Paling lambat sampai pukul 11 siang. 

 

Pemilihan Foto dan Editing

 

Saya merupakan salah satu fotografer yang mengambil banyak sudut pandang dari satu style foto produk. Bahkan, satu sudut pandang bisa jadi beberapa foto. Alasannya sederhana, biar saya tahu mana sudut yang bagus serta berjaga-jaga apabila ada foto yang buram.

 

Namun, karena kebiasaan tersebut akhirnya file foto yang saya miliki sangat banyak. Di sinilah tahap paling melelahkan. Memilih foto yang bagus untuk ditunjukkan kepada klien. 

 

Saya memisahkan folder untuk foto-foto pilihan, kemudian saya edit menggunakan photoscape. Pada editing awal ini saya mencerahkan foto kemudian memotongnya sesuai pesanan klien. Biasanya mereka meminta ukuran 4:5. 

 

Setelah editing awal selesai, editing kedua menggunakan Adobe Light Room. Pada editing kedua ini, saya mengatur saturasi, exposure, shadow, dll. Barulah setelah editing kedua selesai, saya akan mengumpulkan jadi satu folder dan menangkap layar di laptop.

 

Nah, file tangkapan layar itulah yang saya tunjukkan kepada klien melalui WhatsApp. 

 

Preview Hasil Foto ke Klien

 

Hasil tangkapan layar akan saya kirim ke klien melalui WhatsApp. Klien akan memilih foto sesuai paket yang mereka inginkan. Kenapa saya kirimkan tangkapan layarnya saja? Hal ini untuk menghindari klien tidak membayar fee yang seharusnya mereka berikan. Sebab, kami melakukan kerja sama melalui daring, tidak bertemu secara langsung. Bagi saya, ini cara terbaik.

 

 

Pengiriman File Foto dan Pengembalian Produk

 

Saya mengirim file foto setelah klien melakukan pembayaran penuh. Sistem pembayaran di jasa saya yakni setelah saya memberikan preview foto. Saya mengirim foto melalui surat elektronik yang berisi file asli, file edit dan bonus. Dengan begitu, klien memiliki hak penuh atas foto tersebut.

 

Setelah transaksi selesai, saya mengembalikan produk kepada klien dengan biaya kirim ditanggung oleh klien.

 

Untuk menghasilkan satu foto banyak tahap yang harus saya lalui, apalagi berurusan dengan klien atau orang lain. Membuka jasa foto produk tak bisa seenaknya sendiri, sesuai keinginan. Ada klien yang harus kita dengarkan, meskipun konsep foto dari klien sederhana atau terkadang bikin sakit kepala.

 

Namun, semua itu proses yang mengasah skill saya dalam memotret. Sehingga, sangat menyenangkan bagi saya untuk memotret produk.

 

Itu dia proses kreatif di Kenanga Photography. Semoga memberikan informasi yang bermanfaat dan menarik untuk kamu ya.

Tidak ada komentar:

Komentar akan dimoderasi terlebih dahulu. Hanya memastikan semuanya terbaca :)

Usahakan berkomentar dengan Name/URL ya, biar bisa langsung BW balik saya ^^

Diberdayakan oleh Blogger.